Info Jayapura
CURANMOR TINGGI, Kapolres Jayapura: Warga Jangan Lalai
Frederickus menyebut penyebab lain curanmor di wilayah hukumnya karena lalai seperti pencurian kendaraan mobil Brimob Polda Papua di Bandara Sentani.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kasus yang paling sering terjadi di wilayah hukum Polres Jayapura selama triwulan pertama tahun 2024. Jumlah curanmor mencapai 80 kasus.
Kapolres Jayapura AKBP Frederickus W A Maclarimboen mengatakan, modus pencurian kebanyakan terjadi karena korban tidak mengunci stang motor, kunci tertinggal di motor, dan motor yang di dorong. Kejadian pencurian tersebut terjadi karena di dukung faktor lingkungan.
Baca juga: OPM Pembunuh Danramil Aradide Merupakan DPO Polres Nabire dengan Kasus Curanmor dan Curas
"Mereka (pelaku pencurian) sudah ada dilokasi itu sebelum melakukan aksi. Karana dia mengamati. Bahkan ada yang masuk di dalam rumah faktor lingkungan juga sangat penting karena ada ruang dan waktu yang dipakai untuk melakukan aksi," katanya di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/5/2024).
Frederickus menyebut penyebab lain curanmor di wilayah hukumnya karena lalai seperti pencurian kendaraan mobil Brimob Polda Papua di Bandara Sentani pekan lalu.
Untuk itu, ia menegaskan kepada warga agar dapat mengamankan kendaraan karena itu menjadi tanggung jawab individu.
Pemilik kendaraan juga wajib melindungi kendaraannya dengan kemanaan berlapis seperti mengunci stir dan mengembok ban motor.
Untuk menurunkan angka pencurian motor, pihaknya terus mengupayakan langkah-langkah pengamanan melalui patroli.
Baca juga: Kapolresta Klaim Tingginya Angka Curanmor Sebagian Dilatari Kelalaian Pemilik Motor Sendiri
Polres Jayapura pun bakal melakukan evaluasi kembali di akhir bulan untuk menilai efektifitas terhadap upaya pencegahan.
"Sistem pengamanan kita perlu ditingkatkan, dari kepolisian ada beberapa langkah-langkah yang akan di lakukan saya lihat di bulan ini kita sudah evaluasi upaya pencegahan apa yang sudah di lakukan," ujarnya. (*)
| Seminar dan Pelantikan PERDATIN Papua, Bahas Penanganan Cepat Pasien Kritis |
|
|---|
| Pekerja Proyek Pemerintah Wajib Masuk Jaring Pengaman Sosial |
|
|---|
| Ketinggian Air Capai 1 meter, Warga di Tepian Danau Sentani Terancam Mengungsi |
|
|---|
| Universal Coverage Jamsostek: Menenun Jaring Pengaman Sosial di Tanah Papua |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan dan Kejari Jayapura Dorong Kepatuhan Badan Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/14052024-Frederickus_W_A_Maclarimboen.jpg)