Sabtu, 25 April 2026

Info Jayapura

Universal Coverage Jamsostek: Menenun Jaring Pengaman Sosial di Tanah Papua

Kondisi geografis Papua yang luas serta keterbatasan akses informasi di wilayah pedalaman menjadi hambatan utama.

Tribun-Papua.com/Istimewa
JAMINAN PEKERJA - Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Papua Jayapura, Sirta Mustakiem, audiensi dengan Asisten Daerah II Sekretariat Pemerintah Provinsi Papua terkait Progress Universal Coverage Jamsostek dan Pembayaran Klaim BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Papua Tahun 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Masih besarnya populasi pekerja informal dengan literasi jaminan sosial yang rendah menuntut pendekatan yang lebih luring dan personal.
  • Untuk mengatasi hambatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura terus memacu implementasi program Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

Langkah ini diambil sebagai instrumen strategis untuk memperluas perlindungan sosial, terutama bagi pekerja di sektor informal yang selama ini masih rentan terhadap risiko ekonomi.

Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif dalam pemenuhan hak-hak pekerja di wilayah Papua.

Peningkatan signifikan terlihat pada jumlah kepesertaan serta frekuensi pemanfaatan klaim jaminan sosial.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kejari Jayapura Dorong Kepatuhan Badan Usaha

Kenaikan angka klaim ini mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat untuk memitigasi risiko kerja melalui sistem jaminan negara mulai membuahkan hasil.

Namun, tantangan di lapangan tetap kompleks.

Kondisi geografis Papua yang luas serta keterbatasan akses informasi di wilayah pedalaman menjadi hambatan utama. 

Selain itu, masih besarnya populasi pekerja informal dengan literasi jaminan sosial yang rendah menuntut pendekatan yang lebih luring dan personal.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Upaya jemput bola melalui sosialisasi masif dilakukan guna menyasar para pelaku usaha mikro dan pekerja mandiri yang belum terproteksi.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Papua Jayapura, Sirta Mustakiem, menekankan visi utama institusinya adalah memastikan tidak ada pekerja di Papua yang tertinggal dalam ekosistem perlindungan sosial.

"Impian kami, masyarakat Papua dapat terlindungi sepenuhnya. Kami akan terus berusaha dan bekerja sama dengan setiap pemangku kepentingan untuk menjangkau masyarakat secara menyeluruh," ujar Sirta dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Keberlanjutan Program

Keberhasilan program UCJ di Papua tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari sejauh mana negara hadir saat pekerja mengalami masa sulit, seperti kecelakaan kerja atau kematian.

Baca juga: Pasien Meninggal, RSUD Yowari Jayapura Klaim Martina Biri Berobat Tiga Kali Pakai BPJS

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved