Viral
VIRAL Kawanan Densus 88 Buntuti Jampidsus Kejagung, Publik Heboh: Kapolri dan Presiden Segera Usut!
Arteria Dahlan memastikan isu tersebut juga akan ditanyakan dalam rapat internal ataupun rapat kerja dengan Kejagung dan Polri.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM – Kawanan Polisi menggunakan sejumlah mobil patroli serta pasukan bermotor viral di media sosial.
Kawanan polisi yang diduga anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri itu mutar-mutar di seputaran Kantor Kejaksaan Agung, sembari membunyikan sirene keras-keras.
Bahkan, mereka juga berupaya masuk ke kawasan kantor itu dengan alasan patroli, namun gagal.
Rekaman video peristiwa ini cepat beredar ke berbagai platfor media sosial, hingga menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Publik netizen lalu mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi sehingga patroli terkesan meneror Jajaran Kejaksaan Agung.
Belakangan diketahui, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri itu menguntit Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Ardiansyah.
Sejak isu ini menjadi sorotan, kedua instansi penegakan hukum itu masih bungkam hingga saat ini.
Dikutip dari Kompas.id, Febrie Ardiansyah diduga dibuntuti oleh anggota Densus 88 di sebuah restoran Perancis di Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5/2024).
Kemudian, disebutkan bahwa anggota Densus 88 yang membuntuti Febrie berjumlah dua orang.
Aksi anggota Densus 88 tersebut lantas diketahui oleh Polisi Militer (PM) yang telah ditugaskan mengawal Febrie semenjak Kejagung mengusut kasus korupsi timah senilai Rp 271 triliun.
Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengaku belum mendapat infomasi soal hal ini. "Saya belum dapat informasi itu," ucap Ketut saat dikonfirmasi, Jumat (25/5/2024).
Sedangkan Febrie sendiri belum berkomentar apa pun soal isu yang melibatkan dirinya ini.
Kompas.com juga telah menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Agus Andrianto, Kadiv Propam Polri Irjen Syahardiantono, dan Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, tetapi tak kunjung mendapat respons.
Kabar liar ini turut mendapat sorotan dari banyak pihak yang meminta Polri dan Kejagung terbuka dan memberikan penjelasan.
DPR: Kapolri dan Jaksa Agung harus beri atensi!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Kawanan-anggota-Detasemen-Khusus-Densus-88-Antiteror-Pol.jpg)