Kamis, 4 Juni 2026

PT Freeport Indonesia

PT Freeport dan Pemkab Mimika Bahas Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

semangat gotong-royong pun tercipta antara PTFI dengan PT Sandvik sebagai mitra untuk menangani sampah industrial bekas kemasan.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Peserta diskusi forum kemitraan PaSTi NoKen ke-6 bersama Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia, dan multi stakeholder di Hotel Swiss-Belinn Timika, Kamis (20/6/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable
Development Goals (SDGs), Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan para mitranya menggelar dialog kemitraan Para-para SDGs Timika (PaSTi) No-Komen (NoKen).

Kegiatan dengan tajuk “Pengelolaan Sampah dan Kesadaran Lingkungan dalam Konteks Pembangunan Berkelanjutan” dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn Timika, Kamis (20/6/2024) kemarin.

Israel Raine, perwakilan dari departemen Solid Waste Management (SWM) PTFI menyampaikan upaya yang sudah dilakukan PTFI.

PTFI telah menanggulangi sampah industrial dari aktivitas perkantoran dan sampah domestik dari perumahan maupun area perkantoran di wilayah operasi PTFI, mulai dari Grasberg di dataran tinggi hingga dataran rendah.

Baca juga: Freeport dan Pemkab Mimika Bahas Penanggulangan Stunting Melalui Penguatan Ketahanan Pangan Lokal

 

Selain mengolah sampah sesuai standar linkungan hidup, PTFI juga aktif menerapkan pengelolaan sampah ramah lingkungan, salah satunya dengan pemanfaatan sebagai unsur hara. 

“Lindi atau cairan sampah kita olah lagi menjadi kompos cair yang digunakan untuk pupuk tanaman di taman Kota Kuala Kencana,” ujar Rainer.

Sementara Manager Environment Health & Safety PT Sandvik, Anang Krisnocahyo mengatakan, semangat gotong-royong pun tercipta antara PTFI dengan PT Sandvik sebagai mitra untuk menangani sampah industrial bekas kemasan alat berat pengeboran. 

“Sampah dari spacer bekas drill rods diolah menjadi paving block untuk area pejalan kaki dan rest area,” singkat Anang Krisnocahyo.

Di sisi lain Superintendent Departement Environmental PTFI, Emilia Ubra menyebut, penanggulangan sampah tidak bisa berhasil tanpa adanya dukungan dan tanggung jawab dari masyarakat. 

Membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkunganyang bersih dan sehat, turut menjadi bagian penting dari upaya pengelolaan sampah di Kabupaten Mimika.

Baca juga: Freeport Luluskan 24 Siswa Angkatan Pertama PFA, Berbagai Akademi Siap Menanti

PTFI bersama Dinas Pendidikan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika aktif mengedukasi pelajar sejak dini melalui program alam lestari.

Program ini sudah berlangsung sejak 2008 dan melibatkan 758 pelajar SMP di Timika sebagai duta lingkungan. 

“Melalui program alam lestari serta pendampingan edukasi lingkungan di sekolah, kami berhasil membantu beberapa sekolah di Timika mendapatkan predikat Adiwiyata tingkat provinsi dan nasional,” Emilia Ubra.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved