Jumat, 10 April 2026

Info Jayawijaya

Ini Alasan Dinas Pendidikan Jayawijaya Perpanjang Waktu PPDB di Wamena

Perang yang melibatkan beberapa suku dan antar kabupaten itu juga mengakibatkan beberapa siswa dari Jayawijaya tidak ikut olimpiade matematika.

|
Penulis: Arni Hisage | Editor: Lidya Salmah
Istimewa
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Natalis Mumpu 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA-  Perang antarsuku Distrik Wouma dengan Asolokobal yang terjadi beberapa waktu lalu rupanya menyebabkan sebagian siswa-siswi belum mendaftar ke sekolah, baik pada tingkatan, SD, SMP, SMA/SMK yang ada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Sebab itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayawijaya, mengimbau kepada seluruh sekolah mulai dari SD-SMA untuk melakukan perpanjang waktu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya Natalis Mumpu mengatakan, sejauh ini sejumlah anak dari Distrik Wouma, Welesi, Asolokobal, Asotipo, Maima bahkan Popugoba belum bisa mendaftar ke sekolah yang diinginkan.

“Terkait dengan perang itu, anak-anak ini tidak ikut sesuai jadwal pendaftaran sehingga ada kebijakan dari dinas, kami sudah menyurat ke sekolah-sekolah agar diberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendaftar di satuan pendidikan di mana mereka mau masuk,” katanya kepada wartawan di Wamena, Rabu (26/6/2024).

Baca juga: Serahkan Jabatan Pj Bupati Jayawijaya kepada Tonny Mayor, Begini Pesan Mendalam Sumule Tumbo

Dijelaskan, bahwa pendaftaran tahap pertama sudah dilakukan dan sebagian sekolah telah melaksanakan orientasi siswa atau pengenalan sekolah, namun pendaftaran tahap kedua masih berlangsung terutama untuk daerah-daerah terdampak konflik perang suku.

“Sehingga orang tua kalau boleh antar anak-anak mereka mau masuk sekolah di mana, agar semua anak mendaftar dan masuk sekolah,” katanya.

Dikatakan Natalis, perang yang melibatkan beberapa suku dan antar kabupaten itu, juga mengakibatkan beberapa siswa dari Jayawijaya tidak terlibat kegiatan olimpiade matematika.

Lantas, pemerintah setempat mengharapkan pada tahun-tahun mendatang anak Jayawijaya tidak terhambat lagi untuk mendataftarkan diri.

“Kegiatan olimpiade ini sebetulnya bukan saja membawa nama sekolah tetapi membawa nama kabupaten dan provinsi sehingga kami sangat kecewa atas kejadian (terhambat) seperti ini.  Namun dengan kejadian seperti ini, kami menyadari musibah itu bukan rencana kami tetapi datang tiba-tiba,” jelasnya.  (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved