Tanah Longsor di Tembagapura
Longsor di Wini Kali Kabur Timika, Maximus Tipagau: Turut Belasungkawa
Kejadian tragis ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban, tetapi juga meruntuhkan hati seluruh masyarakat Mimika.
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Sebanyak tujuh orang harus kehilangan nyawanya akibat longsor yang terjadi di Wini Kali Kabur, Timika, Papua Tengah pada Minggu (15/7/2024).
Tragedi tersebut membuat Maximus Tipagau, seorang pemimpin muda yang berpengaruh dari Tanah Papua merasakan duka yang mendalam atas kehilangan tujuh nyawa tersebut.
Baca juga: Longsor di Kali Kabur Mimika, Polisi: Tujuh Warga Tewas
"Dengan penuh kesedihan, kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam bencana longsor. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan ketenangan. Semoga para korban mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya," kata Maximus Tipagau pada Selasa (16/7/2024) di Timika.
Kejadian tragis ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban, tetapi juga meruntuhkan hati seluruh masyarakat Mimika.
"Semoga mereka mendapatkan ketenangan abadi di sisi-Nya, dan semoga perjalanan pemulihan bagi yang masih berjuang dapat berjalan dengan lancar dan penuh harapan," ujarnya.
Di tengah-tengah duka yang menyelimuti komunitas, Maximus Tipagau mengajak seluruh warga untuk bersatu dalam memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, serta untuk tetap menjaga semangat gotong royong yang telah menjadi kekuatan utama masyarakat Timika dalam menghadapi cobaan.
Baca juga: INI IDENTITAS 7 Korban Meninggal Akibat Terpimpa Longsor di Mile 69 Tembagapura Mimika
Menurut keterangan resmi dari Kepolisian, kejadian longsor ini terjadi di area Wini Kali Kabur pada Minggu (15/7/2024) sekitar pukul 09.00 WIT.
Longsor tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi sejak pagi hari.
Kabid Humas Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan, laporan pertama berasal dari seorang saksi yang melaporkan bencana tanah longsor tersebut.
"Dari kejadian ini, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk lima orang dewasa dan dua anak-anak. Saat ini, identitas para korban sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut," kata Benny.
Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiarta dalam imbauannya kepada masyarakat, mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap daerah-daerah rawan seperti banjir dan longsor.
Baca juga: Pemkab Mimika Sampaikan Dukacita Mendalam Bagi Korban Longsor di Distrik Tembagapura
Dia juga mendorong agar masyarakat aktif memantau perkembangan cuaca dan mematuhi peringatan dini untuk meminimalisir risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kehadiran Maximus Tipagau dalam menyatakan rasa duka ini tidak hanya mencerminkan empati yang tulus terhadap korban bencana, tetapi juga komitmennya untuk ikut serta dalam upaya pemulihan dan keselamatan masyarakat di Timika
Dalam situasi yang penuh keprihatinan ini, Maximus Tipagau memperlihatkan teladan yang kuat tentang bagaimana seorang pemimpin dapat bersikap dalam menghadapi tragedi, yaitu dengan bersatu dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, serta dengan tetap memelihara semangat kebersamaan dalam komunitas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/16072024-Maximus_Tipagau.jpg)