Selasa, 14 April 2026

Pemkab Jayapura

Pelabuhan Laut Depapre Dilewati Kapal Perintis Seminggu Sekali

Elbyn menjelaskan operasional dan aktivitas Pelabuhan Laut di Depapre sudah memenuhi standar serta terpantau oleh Kementrian Perhubungan.

Tribun-Papua.com/ Putri
Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Elbyn Padolo 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Elbyn Padolo mengatakan fasilitas Pelabuhan Laut Depapre yang berada di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura saat ini hanya disinggahi kapal perintis.

Elbyn menjelaskan jadwal kapal perintis yakni KM. Sabuk Nusantara 81, KM. Sabuk Nusantara 29, dan KM. Sabuk Nusantara 45 dengan  jadwal sandar sepekan sekali di Pelabuhan Laut Depapre.

KM Sabuk Nusantara 81, dari Jayapura tujuan Depapre - Dawai- Serui - Waren- Nabire - Sarmi melakukan  perjalanan pulang pergi.

KM Sabuk Nusantara 29 dari Jayapura tujuan Depapre - Teba- Kuruduk- Waren - Serui- Woi- Nyosnum- Pum - Biak Numfor - Manokwari. KM Sabuk Nusantara 45 dari Jayapura - Depapre - Kayu Puri- Dawai- Serui- Waren-Nabire- Sarmi.

Baca juga: Triwarno Minta TPID Pantau Kenaikan Harga Barang Jelang Hari Besar Nasional hingga Akhir Tahun

Elbyn menjelaskan operasional dan aktivitas Pelabuhan Laut di Depapre sudah memenuhi standar serta terpantau oleh Kementrian Perhubungan.

"Kementrian mau lihat progres dari pelabuhan itu sendiri karena ada investasi dipelabuhan, lagi di kejar untuk operasionalnya maksimal lalu ditambah fasilitas lainnya," ujarnya usai rapat pengendalian inflasi Pemkab Jayapura yang berlangsung di Aula lantai dua, kantor Bupati Jayapura, Sentani, Distrik Sentani, Kamis (1/8/2024). 

Fasilitas di pelabuhan dilengkapi dermaga dengan panjang 150x25 meter, lapangan penumpukkan kontainer, gudang kargo, fasilitas jalan lingkungan, serta bangunan kantor. Bahkan kapal besar berukuran hingga 10.000 DWT (Deadweight Tonnage) bisa bersandar di pelabuhan.

"Pada tahun 2021, salah satu kapal laut besar yang sandar di pelabuhan laut Depapre," ujarnya.

Elbyn menjelaskan program yang di rencakan pada tahun 2025, pihaknya mengusulkan Kapal Tol Laut masuk di Pelabuhan Laut Depapre sehingga untuk jangka panjang ada kapal lain yang singgah di sana untuk menghidupkan aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

Namun demikian, dia mengatakan mesti ada perhatian khusus dari Pemrov Papua dalam hal ini Perindangkop mengenai muatan balik dari Papua.

"Karena biaya operasional kapal besar. Kalau muatan balik kosong itu kan rugi," ujarnya.

Baca juga: PPDB Membludak, Kepsek SMPN 1 Sentani Surati Pemkab Jayapura soal Gedung Baru 

Delbyn menambahkan pernah di rencanakan kapal pesiar masuk di Pelabuhan Laut Depapre tetapi terkendala air bersih padahal kalau kapal-kapal luar negeri bisa sandar mereka cari wilayah yang sumber airnya bagus.

"Disana potensinya ada, hanya saja terkendala hak ulayat pernah survei oleh PDAM belum ada tindaklanjut, PUPR, jaringan bisa masuk ke pelabuhan, tetapi belum bisa terjawab," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved