Info Papua
Dua Tahun Yayasan Kipra Papua Jadi Satu-satunya LSM Pemantau Program Pra-kerja
Pemantaun pelatihan, pihaknya diberikan 2 skema yaitu, daring (online) 90 pelatihan dan luring (offline) terdiri dari 4 pelatihan.
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (Kipra) Papua, menjadi satu satunyaLSM dari papua yang mengikuti pemantauan pelatihan pra-kerja selama 2 tahunberturut turut yaitu, 2023-2024.
Kegiatan pemantauan pelatihan itu diadakan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) selama 6 bulan (Maret-September) 2024.
Direktur Yayasa Kipra Papua, Irianto Jacobus mengatakan, pihaknya diberikan kepercayaan untuk memantau pra- kerja pelatihan.
Baca juga: Dionisius Deda Resmi Jabat Ketua DPD KNPI Kota Jayapura Periode 2023-2026
Selain Kipra, ada beberapa Universitas ternama di Indonesia juga ikut memantau.
"Kami satu-satunya LSM yang diberikan kepercayan untuk melakukan pemantauan pelatihan terhadap lembaga pelatihan dan plafom digital dalam ekosistem program kartu pra-kerja sejak 2023. Melihat kinerja kami, kami kembali diberikan kepercayaan lagi di tahun 2024,"kata Irianto, usaii Focus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Jumat lalu.
Pemantaun pelatihan, pihaknya diberikan 2 skema yaitu, daring (online) 90 pelatihan dan luring (offline) terdiri dari 4 pelatihan.
"Dalam pemantauan Pelatihan Pra-kerja ini, Kami ada dua sekema yaitu daring dan luring, Di tahun 2024 kami menerima pelatihan dari Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) kartu Pra-kerja itu ada 90 jadwal pelatihan di bagi 2 termen, termen yang pertama bulan maret sampai mei, dan Termin kedua juli sampai september, kami telah lakukan dalm 90 jadwal pelatihan itu kami berhasil melakukan 82 pelatihan, sementara Luring hanya 4 pelatihan saja, itu telah dilaksanakan di mimika dan kota jayapura, FGD Hari ini adalah Akhir dari Pemantauan,"bebernya.
Baca juga: Kampung Padwa Biak Numfor Jadi Desa Binaan Imigrasi: Masyarakat Siap Hadapi Isu Keimigrasian
Menurut Irianto, pelatihan seperti ini sangat penting bagi orang asli Papua untuk meningkatkan skil dan menambah ilmu.
"Pelatihan ini penting bagi orang asli papua dalam meningkatkan skil atau kapasitas, karena dalam pelatihan itu diajarkan banyak hal, mulai dari latihan menulis, mengelola sampah, dan banyak hal lainya," Jelasnya.
Untuk daring dilakukan di seluruh Indonesia, tetapi luring hanya Papua saja.
Untuk itu, kata irianto, perlu ada kerja sama antara pemerintah dan lembaga pelatihan di Tanah Papua.
"Kami akan Melakukan pemantauan di tahun 2025. Maka kami berharap lembaga-lembaga pelatihan yang ada di Tanah Papua juga harus dimaksimalkan,"tuturnya.
Baca juga: Rusunawa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua Barat Sudah Bisa Dihuni
Sementara itu, Novertina Iyai salah satu reviewers yang ikut memantau pelatihan merasa bangga bisa terlibat dalam pelatihan tersebut.
“Saya sabagai anak asli Papua merasa bangga ikut program pemantauan pra- kerja ini, selain ikut pantau pelatihan saya juga banyak Ilmu yang dapat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kipra Papua yang telah beri saya kesempatan ini,”pungkasnya. (*)
| Dorong Pelaku Usaha OAP Melek Digital, Biro PBJ Papua Sosialisasikan E-Katalog Versi 6 |
|
|---|
| Tong Baronda Ajak Anak Muda Papua 'Gear Up': Dari Gagasan Besar hingga Bisnis Berkelanjutan |
|
|---|
| Ribka Haluk Dilantik Jadi Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua |
|
|---|
| Berikut Program Prioritas Dinas PUPR Papua yang Tengah Berjalan |
|
|---|
| Papua Satu dari Tiga Provinsi di Indonesia yang Jalankan Program Genting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/22092024-hdyeyee.jpg)