Kamis, 16 April 2026

Info Papua

Dua Tahun Yayasan Kipra Papua Jadi Satu-satunya LSM Pemantau Program Pra-kerja

Pemantaun pelatihan, pihaknya diberikan 2 skema yaitu, daring (online) 90 pelatihan dan luring (offline) terdiri dari 4 pelatihan. 

Penulis: Yulianus Magai | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (Kipra) Papua saat menggelar FGD 

 Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (Kipra) Papua, menjadi satu satunyaLSM dari papua  yang mengikuti pemantauan pelatihan pra-kerja selama 2 tahunberturut turut yaitu, 2023-2024.

Kegiatan pemantauan pelatihan itu  diadakan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) selama 6 bulan (Maret-September) 2024.

Direktur Yayasa Kipra Papua, Irianto Jacobus mengatakan, pihaknya diberikan kepercayaan untuk memantau  pra- kerja pelatihan.

Baca juga: Dionisius Deda Resmi Jabat Ketua DPD KNPI Kota Jayapura Periode 2023-2026

Selain Kipra, ada beberapa Universitas ternama di Indonesia juga ikut memantau.

"Kami satu-satunya LSM yang diberikan kepercayan untuk melakukan pemantauan pelatihan terhadap lembaga pelatihan dan plafom digital dalam ekosistem program kartu pra-kerja sejak 2023. Melihat kinerja kami, kami kembali diberikan kepercayaan lagi di tahun 2024,"kata Irianto, usaii Focus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Jumat lalu. 

Pemantaun pelatihan, pihaknya diberikan 2 skema yaitu, daring (online) 90 pelatihan dan luring (offline) terdiri dari 4 pelatihan. 

"Dalam pemantauan Pelatihan Pra-kerja ini, Kami ada dua sekema yaitu daring dan luring,  Di tahun 2024 kami menerima pelatihan dari Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP)  kartu Pra-kerja itu ada 90 jadwal pelatihan  di bagi 2 termen, termen  yang pertama bulan maret sampai mei, dan Termin kedua juli sampai september, kami telah lakukan dalm 90 jadwal pelatihan itu kami berhasil melakukan 82 pelatihan, sementara Luring hanya 4 pelatihan saja, itu telah dilaksanakan di mimika dan kota jayapura,  FGD Hari ini  adalah Akhir dari Pemantauan,"bebernya. 

Baca juga: Kampung Padwa Biak Numfor Jadi Desa Binaan Imigrasi: Masyarakat Siap Hadapi Isu Keimigrasian

Menurut Irianto, pelatihan seperti ini sangat penting bagi orang asli Papua untuk meningkatkan skil dan menambah ilmu.

"Pelatihan ini penting bagi orang asli papua dalam meningkatkan skil atau kapasitas, karena dalam pelatihan itu diajarkan banyak hal, mulai dari latihan menulis, mengelola sampah, dan banyak hal lainya," Jelasnya.

Untuk daring dilakukan di seluruh Indonesia, tetapi luring hanya Papua saja.

Untuk itu, kata irianto, perlu ada kerja sama antara pemerintah dan lembaga pelatihan di Tanah Papua.

"Kami akan Melakukan pemantauan di tahun 2025. Maka kami berharap lembaga-lembaga pelatihan yang ada di Tanah Papua juga harus dimaksimalkan,"tuturnya.

Baca juga: Rusunawa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua Barat Sudah Bisa Dihuni

Sementara itu, Novertina Iyai salah satu reviewers yang ikut memantau pelatihan merasa bangga bisa terlibat dalam pelatihan tersebut.

“Saya  sabagai anak asli Papua merasa bangga ikut program pemantauan pra- kerja ini, selain ikut pantau pelatihan saya juga banyak Ilmu yang dapat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kipra Papua yang telah beri saya kesempatan ini,”pungkasnya. (*)
 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved