Persipura Jayapura
Persipura, Kesedihan Mendalam di Markas Besar
Masyarakat Papua tetap mencintai Persipura Jayapura sebagai indentitas dan harga diri. Mereka setia sampai mati.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tujuannya hanya satu: menghabiskan waktu sisa hingga wasit Ifdi Idfi Akbar Sanduan meniup peluit akhir.
Adapun statistik menunjukkan Persela Lamongan unggul 59 persen, sementara Persipura 41 persen.
Kini, Persipura semakin terbenam di dasar klasemen sementara grup 3 Liga 2 musim 2024/25, dengan raihan 0 poin.
Sementara, Persela terdongkrak ke posisi kedua dengan perolehan 7 poin.
Minim persiapan
Tak dimungkiri, sejak awal Persipura belum siap menghadapi Liga 2. Sebab, para pemain baru dipanggil beberapa pekan sebelum liga dimulai.
Artinya, Salampessy masih meracik formasi pemain, postur tim, hingga jadwal latihan.
Bahkan, ia tak menampik bila Persipura masih mencari pola permainan yang tepat saat melakoni dua laga sebelumnya.
Sementara, tim lawan jauh lebih siap sebelum kompetisi bergulir.
“Teman-teman lebih tahu, ini sudah kompetisi, bukan tempatnya uji coba.”
Selanjutnya, mantan pemain Persipura ini akan berupaya keras memperbaiki trend positif demi merebut poin pada laga tandang di Jawa Timur, pekan depan.
Salampessy akan lebih fokus mengorganisir pemain, mulai komposisi serta strategi memenangkan laga berikutnya.
“Kami akan evaluasi dulu. Tentunya dari pribadi saya sebagai pelatih, kemudian tim, dan manajemen juga,” pungkasnya.
Ayo bangkit dan mengakhiri kesedihan
Sesaat meninggalkan lapangan, para pemain Persipura mencurahkan kesedihan di hadapan ribuan pendukung setia.
Di sana tampak Rumakiek bersaudara, Elisa Basna, Marinnus Wanewar, Yohanis Nabar, Fridolin Yoku, pemain asing Ali Nouri, serta kolega lainnya.
Mereka tertunduk. Wajahnya lesu sembari menahan kesedihan.
Paling kontras, ekspresi sang kiper, Rizky Maulana Putra menahan tangis.
Tak menduga klub bertabur empat bintang yang selama ini disegani klub sejagad raya, kini jadi bulan-bulanan tim lawan.
Terlebih, di kasta kedua sepak bola Tanah Air.
Ada yang mengangkat kedua tangan mengarah suporter, seperti halnya di tribun utara. Ekspresi permohonan maaf disampaikan.
Meski begitu, ribuan pencinta Persipura tetap menunjukkan rasa hormat atas kerja keras tim selama melakoni dua laga kandang.
Persipura tiga kali kalah secara beruntun sejak Liga 2 musim 2024/25 digulirkan.
Kekalahan ketiga ini semakin membenamkan Persipura ke dasar klasemen grup 3. Zona merah dalam sebuah kompetisi bergengsi.
Dibutuhkan perjuangan berat untuk mengangkat Mutiara Hitam dari titik terendah.
Masyarakat Papua tetap mencintai klub ini, sebagai indentitas dan harga diri.
Mereka setia sampai mati. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ara-pemain-Persipura-memasuki-ruang-ganti-sembari-meminta-ma.jpg)