Senin, 4 Mei 2026

Info BMKG

WASPADA Bencana Hidrometeorologi di Papua, Intensitas Hujan Mulai Tinggi

BPBD Jayapura meningkatkan kewaspadaan dalam skala besar dengan program sosialisasi ”kampung tangguh”.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Akses jalan Sosial Kemiri di Sentani kerap tergenang air akibat hujan deras. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Masyarakat Papua diingatkan untuk mewaspadai berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

Ini menyusul musim penghujan yang sudah mulai intens di wilayah ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Papua mencatat awal musim hujan di sebagian besar wilayah di Papua berlangsung lebih awal. 

Kepala Stasiun Klimatologi Papua Sulaiman mengungkapkan, sebagian besar daerah di Papua Pegunungan, seperti Jayawijaya, Yahukimo, dan Lanny Jaya, telah memasuki musim hujan sejak September 2024.

Adapun pada beberapa daerah di Provinsi Papua, yakni Kabupaten Jayapura dan Keerom, musim hujan terjadi pada Oktober dan November 2024.
 
Sementara itu, sebagian besar daerah di Papua berstatus sebagai tipe hujan satu musim.

Baca juga: Pasangan Abisai Rollo-Rustan Saru Komitmen Atasi Masalah Banjir hingga Pendidikan di Kota Jayapura

Di daerah seperti Kota Jayapura, Sarmi, Yapen, Biak, Waropen, Mamberamo Raya, sebagian besar daerah di Papua Tengah, serta sebagian daerah Papua Pegunungan, bisa mengalami musim hujan sepanjang tahun.

”Sifat hujan 2024/2025 dipredikasi normal hingga di atas normal. Hal ini sejalan dengan kondisi dinamis dari La Nina yang telah terjadi pada Oktober (2024) ini."

"Selain itu, juga (ada pengaruh) suhu muka laut di perairan Papua yang menghangat,” kata Sulaiman dalam konferensi pers BMKG Wilayah V secara daring, Selasa (8/10/2024).

Penjabat Sekda Kota Jayapura Robby Kepas Awi meninjau beberapa lokasi di Bumi Port Numbay yang terdampak hujan pada Selasa (19/3/2024) malam hingga Rabu pagi.
Penjabat Sekda Kota Jayapura Robby Kepas Awi meninjau beberapa lokasi di Bumi Port Numbay yang terdampak hujan pada Selasa (19/3/2024) malam hingga Rabu pagi. (Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara)

Sulaiman mengungkapkan, musim hujan di sejumlah daerah di Papua, seperti Jayapura dan Keerom, maju 1-3 dasarian.

Adapun di wilayah Papua Pegunungan, seperti Jayawijaya, Yahukimo, Lanny Jaya, hingga Pegunungan Bintang, justru mundur 2 dasarian.

 Dasarian adalah rentang waktu selama 10 hari.

BMKG mencatat, durasi hujan terpanjang, yakni selama 31 dasarian, terjadi di wilayah Keerom.

Adapun durasi hujan terpendek terjadi di sebagian Jayapura dan Sarmi, yakni selama 24 dasarian.

Adapun puncak musim hujan di Papua Pegunungan serta sebagian besar Papua diprediksi terjadi pada periode Januari-April 2025.

Sementara itu, di wilayah kepulauan, seperti Yapen, Biak Numfor, dan Supiori, akan terjadi lebih awal, yakni Desember 2024.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved