Info Papua
Kerja Sama Lintas Sektor Diharapkan Dapat Tekan Stunting di Papua
Pencegahan stunting harus menjadi prioritas bersama yang membutuhkan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif dari seluruh elemen.
Penulis: Taniya Sembiring | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Taniya Sembiring
TRIBUN PAPUA,JAYAPURA - Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kesehatan Provinsi Papua dr Ari Pongtiku mengatakan, stunting sebagai salah satu masalah kesehatan yang serius memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan berbagai upaya pencegahan stunting.
Menurutnya, pencegahan stunting harus menjadi prioritas bersama yang membutuhkan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif dari seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
Ia berharap adanya kolaborasi bersama untuk menangani stunting di tanah Papua.
Baca juga: PROFIL Ribka Haluk, Perempuan Papua yang Diangkat Prabowo Jadi Wakil Menteri Dalam Negeri
"Pencegahan stunting ini harus dimulai sejak dini pada tingkat keluarga dengan memastikan pemenuhan gizi dan standar hidup sehat bagi calon ibu, ibu hamil, dan bayi," ujari Pongtiku kepada Tribun-Papua di Jayapura di Jayapura, Senin (21/10/2024).
Pongtiku baru saja membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Papua Tahun 2024.
Ia menjelaskan, target prevalensi stunting secara tasional tahun ini sebesar 14 persen.
Melihat tingginya prevalensi stunting di Provinsi Papua, diharapkan dapat menjadi perhatian bersama.
Tentunya ini bukan hanya menjadi tugas dari satu instansi tapi bagaimana kolaborasi pentahelix dapat dilakukan oleh setiap lintas sektor maupun stakeholder.
"Untuk menurunkan angka stunting ada beberapa intervensi yang kita lakukan bersama yaitu melalui perbaikan fasilitas kesehatan. Dapat dilakukan monitoring untuk fasilitas kesehatan apakah sudah memiliki alat ukur yang terstandar," ujar Pongtiku.
Baca juga: TERUNGKAP Penyebab Luhut Pandjaitan Mau Diajak Prabowo Gabung Kabinet dan Pimpin Dewan Ekonomi
"Juga perlu adanya edukasi yang selalu dilakukan kepada masyarakat akan pentingnya pergi ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terutama calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas balita."
Ia mengistilahkan kerja sama antar sektor itu sebagai upaya konvergen.
"Selain sumber daya aalam, ada juga anggaran desa yang dikawal bersama dalam penggunaannya sehingga tepat sasaran dan masyarakat dapat merasakannya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/elaksana-tugas-Plt-Kadis-Kesehatan-Provinsi-Papu.jpg)