Rabu, 15 April 2026

Info Papua

Ibu Hamil Terjangkit HIV dan AIDS Berisiko Lahirkan Anak Stunting 

dr Ari Pongtiku mengatakan, ibu hamil yang terpapar HIV/AIDS sangat beresiko melahirkan anak stunting.

Penulis: Taniya Sembiring | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/Taniya Sembiring
Plt Kadis Kesehatan Provinsi Papua dr Ari Pongtiku didampingi Kepala BKKBN Perwakilan Papua, Sarles Brabar. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Taniya Sembiring

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kesehatan Provinsi Papua, dr Ari Pongtiku mengatakan, ibu hamil yang terpapar HIV/AIDS sangat beresiko melahirkan anak stunting.

Alasannya, sambung Ari Pongtiku, karena meskipun masih dalam kandungan, namun penyakit HIV dan AIDS ini bisa menular lewat darah atau cairan tubuh dari ibu ke anak. 

"Ini tidak bisa dianggap sepele, ini masalah serius dan kasus ini bukan hanya berdasarkan penelitian kesehatan tetapi kasus seperti ini sudah pernah terjadi di Papua," jelasnya kepada Tribun Papua di Jayapura, Papua, Senin (21/10/2024).

Baca juga: Ini Harapan Penjabat Gubernur Papua kepada Kepala BKKBN: Bantu Tuntaskan Stunting

Ari Pongtiku menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Papua, kini ada di angka 2,3 persen.

Itu artinya, dari seratus orang ada 2-3 orang yang mengidap penyakit mematikan ini. 

Menurut Ari Pongtiku, prilaku seks bebas beresiko terjangkitnya penyakit HIV/AIDS yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh.

"Mengingat penyakit ini sangat merugikan pada masa depan khususnya pada anak yang akan dilahirkan ia berharap agar para remaja harus menghindari berhubungan bebas,"terangnya.

Baca juga: Begini Cara Tim Penggerak PKK Cegah Stunting di Kabupaten Puncak Papua Tengah

Dijelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita atau bayi dibawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis.

Akibatnya, anak terlalu pendek untuk usianya, dan rata-rata nak yang terkena stunting maka IQ nya juga rendah. 

"Sebenarnya penyebab stunting ini banyak faktor bisa terbentuk mulai dari ibu hamil, asupan gizi yang tidak terpenuhi pasca dalam kandungan, dan  pengelolaan makanan yang tidak sehat juga menjadi salah satu faktor terjadinya stunting," ucapnya.

Baca juga: Tekan Stunting, Pemkab Jayawijaya Beri Makanan Bergizi bagi Masyarakat di Distrik Wesaput

Bahkan, selain HIV dan AIDS, ibu hamil yang menderita menyakit seperti malaria ternyata rawan melahirkan anak yang stunting. 

Dimana seorang ibu hamil yang sudah terkena anemia bisa menurun ke bayi dalam kandungan. 

"Ini juga sudah pernah terjadi di Papua, bahwa ibu hamil yang menderita penyakit malaria dan kekurangan darah bisa menurun ke bayi, jadi saya berharap ibu hamil harus memperhatikan kandungannya dengan baik memberi nutrisi yang tepat sehingga melahirkan anak yang sehat dan cerdas serta berkualitas,"tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved