Kamis, 16 April 2026

Artikel

Ketika Uang Berkuasa: Ancaman Nyata Bagi Pemilu Berkualitas!

Politik uang merupakan ancaman serius bagi demokrasi lantaran tidak hanya merendahkan martabat pemilih, tetapi juga memiliki dampak buruk yang meluas.

Editor: Lidya Salmah
Thinkstock
Ilustrasi Uang 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Politik uang, praktik memberikan uang atau materi lain untuk mempengaruhi pilihan politik seseorang, merupakan salah satu masalah serius yang menggerogoti sistem demokrasi di banyak negara, termasuk Indonesia

Politik uang merupakan ancaman serius bagi demokrasi lantaran tidak hanya merendahkan martabat pemilih, tetapi juga memiliki dampak buruk yang meluas terhadap kualitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Dampak Negatif Politik Uang

Korupsi:

Politik uang seringkali menjadi pintu masuk bagi praktik korupsi.

Calon yang terpilih melalui jalan pintas ini merasa perlu mengembalikan modal kampanye dengan cara yang tidak sah, seperti menyalahgunakan anggaran negara atau menerima suap.

Ketidakadilan:

Politik uang menciptakan ketidakadilan dalam persaingan politik.

Calon dengan sumber daya finansial yang lebih besar memiliki keunggulan yang tidak adil dalam meraih suara.

Hal ini menghambat partisipasi politik dari calon yang memiliki integritas dan visi yang baik, tetapi kekurangan dana.

Pemimpin yang Tidak Kompeten:

Pemimpin yang terpilih melalui politik uang seringkali tidak memiliki kompetensi dan integritas yang memadai.

Mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya daripada kepentingan masyarakat.

Keputusan Kebijakan yang Tidak Pro-Rakyat:

Kebijakan yang dihasilkan oleh pemimpin yang terpilih melalui politik uang cenderung tidak pro-rakyat.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved