Jumat, 8 Mei 2026

Hukum & Kriminal

Lanny Jaya Memanas, Rumah Warga Dibakar, Situasi Masih Tegang

“Puji Tuhan, sa aman2 saja. Cuma kota ne (Tiom) su kaya kota neraka ee..demi,” kata sumber tribun, menggambarkan situasi yang belum kondusif.

Tayang:
Istimewa
Foto situasi kerusuhan di Lanny Jaya, yang beredar di media sosial whatsApp 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun

 

TRIBUN-PAPUA.COM, LANNY JAYA - Tiom, Ibu Kota Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan memanas setelah adanya aksi massa membakar sejumlah rumah atau bangunan milik warga, dan hingga kini situasi di sana masih tegang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun-Papua,com, kerusuhan mulai terjadi pada 12 Desember 2024, akibat ketidak puasan massa pendukung pasangan calon bupati.

Baca juga: Sejarah Hari Nusantara: Deklarasi Djuanda dan Warisannya

Seorang warga yang berada di lokasi, membenarkan adanya kerusuhan. Ia mengatakan situasi di Lanny Jaya hingga 12 Desember 2024, Pukul 2:45 WIT masih tegang.

“Saya sudah bilang sama saudara saya, kalau misalnya sampai besok situasi masih kelihatan tegang, kita dua dengan de pu maitua dan anak gas (mengungsi) ke Wamena (Kabupaten Jayawijaya),” katanya melalui pesan singkat.

Warga lain yang juga saat ini berada di Lanny Jaya, melalui pesan singkat mengatakan banyak warga ketakutan.

 

Baca juga: Rayakan Natal dan HUT ke-23 di Tengah Kesederhanaan, Ini Harapan Para Penghuni Asrama Putri Nabire

“Puji Tuhan, sa aman2 saja. Cuma kota ne (Tiom) su kaya kota neraka ee..demi,” kata sumber Tribun, menggambarkan situasi yang belum kondusif.

Ia mengatakan seluruh aktivitas di Tiom lumpuh total dan sejumlah penduduk sudah lari meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Ia mengatakan pihak keamanan telah dikerahkan untuk mengendalikan situasi namun kondisi di Tiom masih mencekam. Aparat gabungan TNI-Polri berupaya keras mengamankan wilayah dan menghentikan aksi pembakaran serta kerusuhan yang terus berlangsung.

Baca juga: Kekerasan Politik: Tim Relawan WAGI Kecam Penculikan dan Paksaan Pengalihan Suara di Puncak Jaya

“Kami ingin hidup damai. Konflik ini harus dihentikan, jangan sampai merusak masa depan anak-anak kami,” katanya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait berapa jumlah rumah warga yang dibakar, mobil, ataupun korban jiwa.(*) 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved