ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Jayawijaya

Benarkah Wamena Mamiliki Objek Wisata Pasir Putih? Jawabanya adalah "Tidak"

Lantas, objek wisata pasir putih yang terkenal dan selalu diposting oleh pengunjung dengan keterangan "Pasir Putih Wamena"

Tribun-Papua.com/Marius Frisson Yewun
Masyarakat yang mengunjungi Pasir Putih Aikima di Jayawijaya, Papua Pegunungan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan tidak memiliki objek wisata pasir putih.

Lantas, objek wisata pasir putih yang terkenal dan selalu diposting oleh pengunjung dengan keterangan "Pasir Putih Wamena" berada di mana?

Secara geografis, Pasir Putih di Jayawijaya yang sering disebut "Pasir Putih Wamena", terletak di Kampung Aikima, Distrik Pisugi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sehingga akan lebih tepat disebut Pasir Putih Aikima atau Pasir Putih Pisugi.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Jayapura-Manokwari Januari 2025, Harga Tiket Mulai Rp 339 Ribu

Wamena merupakan satu dari 40 distrik di kabupaten yang sama. Wamena merupakan Pusat Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan. Di Wamena hanya terdapat objek wisata yaitu Tugu Wio Silimo atau Tugu Salib, serta taman kota, perkantoran pemerintah dan permukiman warga.

Sementara Distrik Pisugi berada di luar pusat kota dengan jarak tempu dari Distrik Wamena ke Pasir Putih Aikima sekitar 15 menit, menggunakan mobil maupun sepeda motor. Sebenarnya bukan hanya ada satu lokasi pasir putih di Pisugi. Ada sekitar tiga lokasi pasir putih, termasuk objek wisata Pasir Putih Aikima

Yang menjadikan pasir putih di Jayawijaya unik adalah, semua lokasi pasir putih ini berada di atas bukit. Anehnya lagi, biasanya pasir putih dijumpai di pinggiran sungai maupun pantai. Namun tidak untuk pasir putih di Jayawijaya, sebab kabupaten ini terletak di pedalaman Pulau Papua, sehingga tidak memiliki pantai dengan pemandagan air asin atau air payau.

Baca juga: Senator Nelson Wenda Prihatin Nasib Anak Jalanan Wamena, Desak Pemerintah Tindak Cepat

Walau demikian, bukan berarti masyarakat Jayawijaya tidak tahu air asin, sebab di sana terdapat kolam alam yang berisi air asin. Oleh masyarakat setempat, lokasi itu lebih dikenal dengan nama kampung "air garam".

 Sebelum adanya garam kemasan yang biasa digunakan sebagai bumbu masak, masyarakat Lembah Baliem (sebutan adat untuk wilayah Jayawijaya) memanfaatkan air di dalam kolam itu untuk kebutuhan memasak.

Kembali ke topik pasir putih. Pasir Putih Aikima sangat halus, berbeda dengan pasir yang kebanyakan dijumpai di pantai di sebagian besar wilayah pesisir Papua. Dari sejumlah lokasi pasir putih di Jayawijaya itu, pemerintah telah menetapkan Pasir Putih Aikima sebagai objek wisata dengan jumlah pengunjung cukup banyak.

Baca juga: Korban Kebakaran di Yalimo Mengungsi ke Wamena Papua Pegunungan, Polisi Belum Temukan Penyebabnya

Luasan pasir putih Aikima sekitar 60 meter persegi. Di sini pemerintah dan pengelola objek wisata telah membuat gapura masuk, hingga sejumlah pondok-pondok sebagai tempat istirahat, termasuk tower pengintai berbahan coran beton dan kamar mandi umum.

Tower pengintai itu bukan seperti tower pengintai yang biasa digunakan oleh masyarakat adat untuk mengintai lawan atau musuh ketika berperang. Tower setinggi sekitar 8 meter lebih itu, dimaksudkan agar pengunjung yang naik, bisa melihat Pasir Putih Aikima dari ketinggian.

Pondok-pondok istirahat di sana dibuat semi tradisional. Atapnya terbuat dari ilalang berbentuk rumah adat atau honai, dengan tiang kayu yang dicor ke dalam pasir mengunakan semen.

Baca juga: Hasil Sumbang-Sumbang, Pegawai PLN Wamena Pasang Listrik Gratis Untuk SD Inpres Bugi

Akses jalan dari Wamena ke Pasir Putih Aikima di Pisugi, sangat bagus dengan pemandangan sejuk, dan melewati satu jembatan dengan bentangan sekitar 60 meter, yang menyeberangi Sungai Baliem. Sungai ini keruh, dengan pemadangan perahu dayung milik warga ditambatkan di bawa jembatan itu.

Pemerintah Jayawijaya sebelumnya telah mengimbau pengelola objek wisata untuk tidak memberikan tarif pengunjung yang besar, sebab menjadi keluhan wisatawan. Berdasarkan keluhan beberapa pengunjung Pasir Putih Aikima, tarif terkadang berubah-ubah, bahkan mencapai Rp50 ribu satu motor, sedangkan mobil lebih dari Rp100 ribu, belum termasuk sewa pondok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved