Kamis, 16 April 2026

Info Papua Barat Daya

Pintu Terkunci, Jasad Pria Ditemukan Bersama Banyak Lalat di Rumah Dinas DPRD Sorong

Informasi yang dihimpun almarhum merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di sekretariat DPRD sehingga mendiami fasilitas rumah dinas.

Editor: Lidya Salmah
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi penemuan mayat 

TRIBUN-PAPUA.COM- SORONG- Jasad laki-laki berinisial YT (45) ditemukan oleh warga dalam kondisi membusuk di kompleks rumah dinas DPRD Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, KM 18 pada Selasa (31/12/2024).

Informasi yang dihimpun almarhum merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di sekretariat DPRD sehingga mendiami fasilitas rumah dinas tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Sorong AKP Handam Samudro mengatakan, berdasarkan interogasi di tempat kejadian perkara (TKP), sekitar pukul 15.00 WIT saksi inisial CB pulang dari Kabupaten Tambrauw. 

"Saksi melihat rumah YT dalam keadaan tertutup serta banyak lalat,” ujarnya kepada TribunSorong.com, Rabu (1/1/2025) malam.

Lanjutnya, saksi CB kemudian menghubungi rekannya Y agar mencoba masuk melalui pintu belakang.

Setibanya di dalam mendapati YT dalam posisi terlentang di tempat tidur serta kondisi membusuk. 

Baca juga: Masyarakat Bagesewar ll Sarmi Dihebohkan dengan Temuan Mayat Tak Berbusana

AKP Handam Samudro menyebut, berdasarkan keterangan, saksi Y sempat mengantar almarhum ke Bank Papua pada 28 Desember 2024 sekitar pukul 13.00 WIT. 

“Saksi menjelaskan bahwa almarhum sempat mengeluhkan sakit pada lambung karena menderita asam lambung sudah menahun,” ujarnya.

Selanjutnya saksi Y memberitahukan kepada rekan kerja YT di kantor DPRD terkait kejadian tersebut guna melaporkan di polres Sorong. 

Baca juga: Penemuan Mayat Perempuan Gegerkan Warga Wamena, Kapolres: Korban Meninggalkan Rumah Sebulan Lalu

Mendapatkan informasi tersebut pada pukul 17.15 WIT tim Identifikasi melaksanakan serangkaian olah TKP dan pemeriksaan awal jenazah.

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda dugaan tindak pidana. Pada tubuh jenazah juga tidak ditemukan tanda-tanda dugaan kekerasan,” kata AKP Handam.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil visum luar di RS Sele Be Solu, mendiang meninggal lebih dari 48 jam serta dugaan kematian karena sakit. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved