Internasional
Api Los Angeles di Amerika Belum Padam, Kebakaran Renggut Korban Baru
Enam titik api di kota Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat, per Senin (13/1/2025), masih belum terkendali sepenuhnya.
TRIBUN-PAPUA.COM — Jumlah korban tewas akibat musibah kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat, dan sekitarnya bertambah menjadi 16 orang.
Angin Santa Ana tak kunjung mereda, bahkan diperkirakan berembus hingga 110 kilometer per jam. Upaya pemadaman api terus menghadapi hambatan.
Enam titik api di kota Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat, per Senin (13/1/2025), masih belum terkendali sepenuhnya.
Dua titik api terbesar, Eaton dan Pacific Palisades, baru bisa dipadamkan sebanyak 25 persen.
Padahal, luas lahan terbakar di kota pusat hiburan global itu sudah setara dengan Jakarta Selatan.
"Kami baru mendapat pasokan air. Upaya pemadaman api terus berlangsung," kata Kepala Pemadam Kebakaran LA County Anthony Morrone.
Upaya pemadam kebakaran sempat terhalang karena stok air habis. Sejumlah hidran di LA dalam kondisi diperbaiki sehingga tidak lancar mengalirkan air. Hidran-hidran yang berfungsi pun digeber bekerja empat kali kapasitas wajarnya.
Pada saat yang sama, pesawat dan helikopter pemadam terus berusaha menumpahkan racun api ke pusat-pusat kebakaran.
Jumlah bangunan rusak mencapai 12.300 unit.
Baca juga: Kandang Ayam di Mimika Terbakar, Pemadam Kebakaran Menuju Lokasi
Berbagai perusahaan asuransi menaksir, kerugian akibat kebakaran ini 135 miliar dollar AS sampai dengan 150 miliar dollar AS.
Sebanyak 16 orang tewas dan 16 orang lainnya hilang. Gubernur California Gavin Newsom mengatakan, ini adalah musibah kebakaran terburuk sepanjang sejarah AS.
Newsom mengumumkan sedang menyiapkan "Rencana Marshall (Marshall Plan)" untuk LA. Istilah ini diambil dari rencana yang disusun oleh Menteri Luar Negeri AS George Marshall untuk memberi bantuan keuangan dan pembangunan kepada negara-negara terdampak Perang Dunia II selama periode 1947-1951.
"Kita sedang merencanakan pembangunan LA versi 2.0," ujar Newsom.
Newsom menuturkan, mitigasi krisis iklim dimasukkan ke dalam "Rencana Marshall" LA tersebut.
Perubahan iklim mengakibatkan musim kemarau semakin panjang di California dan sekitarnya. Fenomena tahunan angin Santa Ana dari Gurun Lembah Besar yang membawa partikel pasir semakin berbahaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/API-Kebakaran-Los-Angeles-memiliki-banyak-mitos-FotoXdavidkurten.jpg)