Kamis, 9 April 2026

Info Jayawijaya

IKDM Ungkap Sengkarut Persoalan di Distrik Musatfak, Mulai Pendidikan Hingga Kesehatan

Selain masalah pendidikan, IKDM juga menyoroti masalah pelayanan kesehatan di Distrik Musatfak.

Penulis: Amatus Hubby | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/Amatus Hubby
Sejumlah Mahasiswa, Pelajar, pemuda dan orang tua yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Distrik Musatfak (IKDM) saat melakukan Jumpa Pers di kota Jayapura, Papua Pada Selasa (21/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Nasib siswa di Distrik Musatfak, Kabupaten Jayawijaya, Papua Papua Pegunungan, begitu miris.

Mereka terancam putus sekolah akibat terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Inpres Elabukama dan SMKN 1 Pariwisata Wamena selama 2 tahun terakhir. 

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Ikatan Keluarga Distrik Musatfak (IKDM), Darnol Huby, dalam jumpa pers di Jayapura, Papua, Selasa (21/1/2025).

Baca juga: Lumpuh 2 Tahun, Warga Demo Tuntut Aktifkan Kembali Dua Sekolah di Kabupaten Jayawijaya

Huby menjelaskan, bahwa penghentian KBM di kedua sekolah tersebut diduga akibat permasalahan internal antara kepala sekolah dan guru-guru, yang berawal dari dugaan penggelapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Akibatnya, siswa tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan berpotensi putus sekolah.

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk segera mengambil tindakan tegas dengan mengganti kedua kepala sekolah dan memastikan KBM berjalan kembali sesegera mungkin,” tegas Huby.

Baca juga: Evaluasi Para Kepala Sekolah di Jayawijaya, Langkah Serius Disdik Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dia juga menilai bahwa hal ini pemerintah Jayawijaya dengan unsur sengaja melakukan pembiaran agar anak-anak generasi muda di wilayah tersebut terlantar dan terpengaruh dengan hal-hal negatif.

Selain masalah pendidikan, IKDM juga menyoroti masalah pelayanan kesehatan di Distrik Musatfak.

Baca juga: Suku Lani Berkumpul: Kongres Perdana di Jayawijaya Sebagai Upaya Perkuat Identitas dan Hak Adat

Huby pun meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya untuk mengaktifkan kembali pelayanan puskesmas di wilayah tersebut, mengingat pentingnya akses kesehatan bagi masyarakat setempat.

"Karena pusat pelayanan kesehatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat,"pungkasnya.(*)
 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved