ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Papua Pegunungan

Aparat Gabungan TNI-Polri Dituding Jadikan Gereja Sebagai Pos Militer di Oksop Papua Pegunungan

Menurut Yusuf, situasi di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang saat ini kondusif dan masyarakat setempat menjalankan aktivitas sehari-hari.

ISTIMEWA
Ilustrasi – Anggota Satgas Yonif 512/QY bersama masyarakat Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan melakukan kerja bakti bersih-bersih untuk menciptakan lingkungan yang sehat.  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Aparat gabungan TNI dan Polri dituding menjadikan Gereja Efesus GIDI di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, sebagai pos militer dan gudang logistik perang. 

Terkait ini, Satgas Operasi Damai Cartenz membantah tuduhan tersebut.

 Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo menyebutnya sebagai upaya provokasi. 

"Tuduhan tersebut disebut tidak berdasarkan fakta dan hanya merupakan upaya untuk memprovokasi situasi di Papua," kata Yusuf Sutejo melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/1/2025). 

Baca juga: Brigpol Ronald Enok, Polisi Korban Kekejaman KKB Papua Sudah 14 Tahun Bertugas di Puncak Jaya

Menurut Yusuf, situasi di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang saat ini kondusif dan masyarakat setempat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. 

"TNI-Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dan menjaga kedamaian di wilayah tersebut," ujarnya.

Dia menyampaikan, isu yang menyebut Gereja Efesus GIDI di Oksop dijadikan markas militer adalah informasi yang tidak benar alias hoaks.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Papua untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu negatif yang sengaja disebarkan oleh kelompok tertentu untuk menciptakan kegaduhan," katanya. 

Baca juga: Pengungsi di Distrik Oksop Pegunungan Bintang Telah Kembali ke Kampung Halaman

Dalam operasinya, kata dia, aparat keamanan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan bekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kami meminta masyarakat Papua untuk tetap waspada terhadap berita-berita palsu yang beredar," ucapnya. 

"Jika ada informasi yang diragukan kebenarannya, silakan konfirmasi langsung kepada pihak yang berwenang atau melalui saluran resmi Satgas Operasi Damai Cartenz,” ucap perwira menengah bintang tiga ini. 

Pengungsi di Distrik Oksop Telah Kembali ke Kampung Halaman

Sementara itu, pemerintah memastikan ratusan pengungsi di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah kembali ke kampung halamannya masing-masing. 

Kepala Distrik Oksop, Yohanes Sasaka, Selasa (21/1/2025), mengatakan situasi keamanan sudah kembali pulih di wilayahnya.

"Situasi di Distrik Oksop relatif aman tanpa ada gangguan apa pun, sehingga para pengungsi telah kembali ke kampung halamannya di Distrik Oksop," ungkapnya.

MENGUNGSI - Tampak warga Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, saat mengungsi ke hutan, Senin (9/12/2024).(DOKUMENTASI Gereja Injili di Indonesia)
MENGUNGSI - Tampak warga Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, saat mengungsi ke hutan, Senin (9/12/2024).(DOKUMENTASI Gereja Injili di Indonesia) (Tribun-Papua.com/Istimewa)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved