Info Jayapura
Volume Sampah di Kabupaten Jayapura 100 Ton Setiap Hari, Pemerintah Kewalahan
Volume sampah rumah tangga, tempat usaha, perhotelan, sekolah, dan rumah sakit juga ikut meningkat.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.CKM, SENTANI - Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan melebarnya kawasan pemukiman di wilayah Kabupaten Jayapura.
Volume sampah rumah tangga, tempat usaha, perhotelan, sekolah, dan rumah sakit juga ikut meningkat.
Tahun 2024 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura mengelola sampah harian hingga mencapai 100 ton lebih.
"80 sampai dengan 100 ton bahkan lebih," ujar Kepala DLH Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri di Sentani, Distrik Sentani, Jumat (7/2/2025).
Kurang lebih 200 petugas kebersihan dan 22 armada melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah dari bak-bak sampah di setiap sudut pemukiman lalu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca juga: Pemalangan Jalan Waibron Berimbas Sampah Tertampung di Kota, Ini Kata Bupati Jayapura
Petugas kebersihan mulai melakukan tugasnya dari Distrik Sentani Timur, Sentani, dan Distrik Waibhu.
Namun sayangnya, DLH masih memerlukan optimalisasi dukungan personil dan sarana prasarana. Termasuk minimnya bak-bak sampah di perumahan warga.
"Jumlah armada yang terbatas, karena itu kami koordinasi dengan pelaku usaha dapat menyediakan bak sampah sendiri untuk membantu pemerintah," ujarnya.
Basri menjelaskan, untuk untuk mengatasi kurangnya bak sampah, Pemkab Jayapura melalui arahan Penjabat Bupati Jayapura telah mengeluarkan surat kepada pihak swasta baik perusahaan, perbankan, perhotelan untuk bermitra dengan pemerintah agar berpartisipasi untuk menyediakan bak sampah.
Basri mengaku salah satu faktor sampah yang membludak karena masyarakat kini kesulitan mengakses Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Waibron, Distrik Sentani Barat setelah dipindahkan dari Doyo Lama.
Baca juga: Gempar, Seonggok Bayi di Sentani Barat Dibuang ke Tempat Sampah: Polisi Selidiki Pelaku
Akibatnya sampah menumpuk dan tidak terurus di gang-gang pemukiman warga.
"Ada surat Bupati agar perusahaan berpartisipasi menyediakan bak di masing-masing RT/RW karena jarak TPA jauh diperlukan bak kontainer, dapat dilakukan efisiensi, sehingga tidak dilakukan pembuangan sampah di danau, sungai," ujarnya.
Menindaklanjuti hal itu, Basri menjelaskan, tahun ini penambahan armada sudah diusulkan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Kami butuh armada, motor tiga roda, ambrol, dan bak sampah, dum truk, sudah diusulkan ke Kementrian Lingkungan Hidup, kami juga akan sesuaikan dengan anggaran yang juga," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23-Desember-2024-sampahhhssss.jpg)