Rabu, 22 April 2026

Papua Pegunungan

Velix Wanggai Siap Terapkan MBG Berbasis Kontekstual di Papua Pegunungan

Variasi antara pilihan menu nasional seperti beras dengan umbi-umbian seperti keladi dan hipere, serta sayur-sayuran dan buah-buahan lokal, akan mendu

Tribun-Papua.com/Kaleb Lau/Pemprov Papeg
MBG PAPUA PEGUNUNGAN: Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Wanggai (duduk) didampingi istri dan seorang pejabat saat mengawal pemberian MBG kepada pelajar di salah satu sekolah pada Februari 2025. Ia memastikan program ini akan diterapkan berdasarkan kontekstual wilayah itu. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai memastikan siap menerapkan program makan bergizi gratis (MBG) berbasis kontekstual atau kekhususan Papua Pegunungan.

Velix Wanggai melalui siaran pers yang diterima Tribun-Papua.com, Senin, (24/2/2025) mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah pusat namun tidak mengesampingkan ciri khas daerah.

Baca juga: Masyarakat Puncak Jaya Papua Tengah Diimbau Tetap Jaga Kamtibmas Jelang Putusan MK

"Kami ingin menegaskan kepada publik bahwa pemerintah siap melaksanakan MBG yang sesuai dengan kebutuhan lokal Papua Pegunungan," ujar Dr Velix Wanggai.

Melalui pendekatan kontekstual Papua Pegunungan, penyediaan menu makan untuk anak-anak tidak semuanya terfokus pada pangan atau menu nasional seperti beras, buah dan sayur-mayur dari luar daerah itu.

Baca juga: Satgas Yonif 512/QY Makan Bersama Anak-Anak Serta Gelar Kegiatan Edukasi Positif

"Variasi antara pilihan menu nasional seperti beras dengan umbi-umbian seperti keladi dan hipere, serta sayur-sayuran dan buah-buahan lokal, akan mendukung konteks lokal dan perputaran ekonomi lokal," katanya.

Bukan saja soal menu, sebab menurut Velix, keterlibatan pihak lain dalam penyediaan makanan juga menjadi perhatian pemerintah provinsi. Beberapa pihak yang disebutkan mungkin akan terlibat adalah pihak gereja, keuskupan dan lembaga-lembaga yayasan yang mengelola sekolah.

Baca juga: SIDANG SENGKETA PILKADA Papua Diputuskan Hari Ini, Cek Situasi Terkini Jayapura

"Kami melibatkan sekolah-sekolah yang dikelola oleh YPK, YPPK, YPPGi, serta anak-anak muda di dapur umum dan tenaga gizi yang distandarisasi oleh Badan Gizi Nasional. Distribusi MBG juga disesuaikan dengan konteks wilayah Papua Pegunungan," jelasnya.

Untuk lebih memantapkan program itu, Velix mengadopsi program SARASEHAN (Sarapan Sehat) yang pernah dilakukan pemerintah Kabupaten Tolikara dan Lanny Jaya sebagai acuan. Program itu sudah dilakukan sebelum adanya MBG. 

Baca juga: VIRAL Oknum Polisi Kaimana Diduga Nodai Dua Remaja di Markasnya, Korban Mengaku Ditahan dan Disiksa

"Kami ingin kebijakan MBG yang kontekstual, dengan melibatkan sekolah yang memahami jumlah anak, waktu pemberian dan fleksibilitas dalam manajemen dapur serta distribusi," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved