Info Kabupaten Jayapura
Hari Keempat Bulan Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Jayapura Tembus Rp 100 ribu per Kilogram
Kata pedqgang di Pasar Paharaa Sentani, kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh harga pasokan cabai dari tengkulak juga ikut naik.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pada hari keempat bulan Ramadan 1446 Hijriyah harga cabai rawit terpantau melambung hingga Rp 100 ribu per kilogram.
Menurut pedagang di Pasar Paharaa Sentani, kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh harga pasokan cabai dari tengkulak juga ikut naik.
Asti (36), bukan nama sebenarnya, mengatakan harga cabai naik sejak hari pertama bulan Ramadhan hingga tembus Rp 100 ribu per kilogram.
Padahal harga sebelumnya hanya Rp 60 ribu per kilogram.
"Harganya lagi naik. Tapi tergantung barang dari pemasok. Kalau banyak biasanya harganya normal kalau kosong harganya mahal," katanya kepada Tribun-Papua.com, Selasa (4/3/2025).
Asti mengatakan, cabai rawit yang dijualnya berasal dari wilayah Arso, Kabupaten Keerom.
Selain cabai rawit, Asti juga menjual cabai keriting dan cabai besar namun harganya masih normal.
Baca juga: Baru Dilantik Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo Buka Pasar Induk Youtefa: Mama Papua Sambut Gembira
"Cabai besar Rp 80 ribu, cabai keriting Rp 50 ribu per kilogram," katanya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Sariati (38), mengatakan harga cabai miliknya masih di harga Rp 90 ribu per kilogram.
Sementara harga cabai sepekan sebelumnya masih Rp 75 ribu.
Meski demikian, kata Sariati, harga diperkirakan naik memasuki hari raya Idul Fitri.
Adapun harga cabai padang (besar) juga mengalami kenaikan Rp 20 ribu dari harga awal hanya Rp 40 ribu.
Cabai keriting Rp 70 ribu dari sebelumnya hanya Rp 30 ribu.
"Saat ini 90 ribu satu kilo, saya beli dari tengkulak harganya sudah naik, kalau masuk lebaran biasanya harga jadi naik," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/i-Pasar-Pharaa-Sentani-Distrik-Sentani-Kabu.jpg)