Papua Terkini
Malaria Masih Jadi Momok di Tanah Papua: Harus Ada Komitmen Semua Pihak
Komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk mencapai target eliminasi malaria.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Selatan, Paskalis Imadawa mengatakan, penyakit Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Tanah Papua.
Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak luas pada aspek sosial, ekonomi, pendidikan, masa depan generasi kita bahkan menghambat pembangunan daerah.
Sehingga, dirinya mengajak berbagai pihak untuk membagi peran dalam upaya eliminasi malaria.
Hal itu disampaikan Paskalis dalam acara opening Microplanning Percepatan eliminasi malaria di tanah Papua tahun 2025 di Swissbel-hotel Merauke pada Selasa (11/3/2025).
Baca juga: Sepanjang 2024, Kasus Malaria di Mimika Turun 28 Persen
Wagub menyebut, komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk mencapai target eliminasi Malaria.
"Untuk itu, mari bergandengan tangan dan berjalan bersama-sama. Pemerintah telah mencanangkan Eliminasi Malaria Tanah Papua tahun 2030, target ini bukan sekedar angka, tetapi sebuah cita-cita besar demi masa depan generasi Papua khususnya generasi Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang lebih sehat dan Sejahtera," tutur Paskalis.
Melalui Eliminasi Malaria Tanah Papua tahun 2030, dapat ditetapkan wilayah-wilayah yang menjadi prioritas percepatan eliminasi malaria, sehingga intervensi yang dilakukan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.
Wagub menambahkan, harus dibangun sebuah komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta mitra Pembangunan untuk bersinergi dan membagi peran dalam upaya eliminasi malaria.
Membentuk rencana aksi nyata di tingkat kabupaten/kota dan kampung, yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat misalnya melalui penguatan posyandu karena mereka yang paling tahu kondisi kampung. Jangan sampai program jalan
"Saya berharap, bukan hanya sekedar pelaksanaan kegiatan di atas kertas, tetapi betul-betul dilaksanakan di lapangan dengan inovasi-inovasi sesuai budaya setempat," kata dia.
Baca juga: 40.000 Kasus Malaria Guncang Kota Jayapura Selama 2024, Pemkot Bergerak Cepat
Dia mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta, Masyarakat, maupun mitra Pembangunan, untuk terus memperkuat edukasi Masyarakat, meningkatkan akses layanan kesehatan, dan menggerakkan partisipasi Masyarakat dalam mencegah malaria, termasuk pemanfaatan kelambu, pengobatan tuntas dan pengendalian vektor.
"Ini tantangan besar, tetapi bukan tidak mungkin kalau kita kerja bersama-sama. Ingat, Papua Rumah Kita, dan sudah saatnya kita pastikan anak cucu kita tumbuh tanpa dibayang-bayangi penyakit malaria," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/MALARIA-Wagub-Papua-Selatan-Paskalis-Imadaw.jpg)