Minggu, 3 Mei 2026

Yapen

Biaya Tak Terduga di Rumah Sakit Bikin Bupati Yapen Geram: Masyarakat Susah Dipersulit

Masyarakat dari kampung-kampung yang berobat ke RSUD dengan segala keterbatasan mereka, seketika mengalami kematian atau duka masih saja harus kesulit

Tayang:
Tribun-Papua.com/Marvin Raubaba
PEMKAB KEPULAUAN YAPEN: Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy saat berdialog dengan Kepala-Kepala Kampung, pada musrembang tingkat Distrik Angkaisera di Menawi, Rabu (12/3/2025). Bupati Benyamin anggarkan Rp500 juta bantu pasien yang kesulitan, karena sering keluarkan biaya tak terduga saat mendapat perawatan medis di RSUD Serui. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marvin Raubaba

TRIBUN-PAPUA.COM, YAPEN - Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy secara tegas ingin merubah kondisi yang kerap dialami masyarakat di sejumlah kampung dan distrik yang mengalami duka saat berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui.

Hal ini menjadi sorotan Bupati karena kematian orang asli Papua (OAP) di RSUD Wainakawini, Serui masih saja harus membayar hal-hal tak terduga di ruang mayat.

Baca juga: Dukung Perekonomian Warga Kbusdori, Satgas TMMD Ke-123 Beli Hasil Tangkapan Nelayan

Masyarakat selalu mengeluhkan adanya permintaan bayar ongkos atau honor kerja petugas yang memandikan mayat, formalin dan juga biaya bensin untuk mobil ambulance.

"Masyarakat dari kampung-kampung yang berobat ke RSUD dengan segala keterbatasan mereka, seketika mengalami kematian atau duka masih saja harus kesulitan peti, pakaian jenazah dan juga sering harus bayar ongkos bensin dan ongkos lainnya di ruang mayat. Ini harus dihentikan," tegasnya saat berdialog dengan Kepala-Kepala Kampung, pada agenda musrembang tingkat Distrik Angkaisera di Menawi, Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, Rabu (12/3/2025).

Baca juga: Sentuhan Akhir Untuk Hunian Nyaman Warga Kbusdori, Satgas TMMD ke-123 Pasang Jendela Rumah

Bupati sampaikan, khusus di RSUD pemerintah telah alokasikan dana Rp500 juta. 

Dana ini, kata bupati, akan disimpan di RAUD agar masyarakat dari kampung-kampung dengan keadaan terbatas dapat ditolong. 

Baca juga: Satgas TMMD Ke-123 Laksanakan Program Pemberian Makanan Bergizi Gratis di SD YPK Ambrisau

"Pemerintah akan urus peti dan antar sampai kembali ke keluarga. Dana ini kita akan lihat apakah cukup sampai Desember atau tidak, selanjut di tahun depan akan di rencanakan lagi," tuturnya.

Dengan tegas, bupati menyampaikan dana tersebut tim anggaran telah menempatkannya di RSUD, sehingga masyarakat dari kampung yang rawat inap di rumah sakit dan meninggal, pemerintah akan perhatikan sampai kembalikan ke keluarga.

Baca juga: Pemkab Tolikara Resmi Gelar Sertijab Dari Penjabat Kepada Pejabat Bupati dan Wakil Bupati Definitif

"Jika masih saja ada keluhan yang sama, masih pungut biaya Bapa Mama lapor saya," tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti adanya mobil-mobil Ambulance yang disalahgunakan penggunaannya. 

Baca juga: Pemerintah Biak Aktifkan Dermaga Numfor Usai Renovasi Dengan Anggaran Sebesar Rp11,3 Miliar

Diharapkan Bupati bahwa, mobil-mobil Ambulance yang diberikan, sekiranya dirawat dan digunakan untuk melayani masyarakat yang sakit.

"Kemarin viral di sosial media, mobil Ambulance Puskesmas Distrik Yawakukat masuk parit karena mabuk. Kelakuan begini yang tidak boleh terjadi, saya akan evaluasi dan tegur," kata Bupati menjawab pertanyaan permintaan Mobil Jenazah untuk Distrik Angkaisera.

Baca juga: Astra Motor Papua Hadirkan Promo Menarik di Aplikasi MotorkuX

Ia menegaskan agar fasilitas pemerintah untuk kesehatan, hendaknya digunakan sebagaimana mestinya untuk pelayanan masyarakat.

"Apa yang diminta masyarakat Angkaisera untuk mobil jenazah, kami akan pikirkan untuk pengadaan. Memang cukup sulit karena kondisi keuangan daerah sedang efisiensi. Tapi kami akan pikirkan, jika kami berikan mobil Jenazah untuk distrik Angkaisera mohon digunakan dan dirawat dengan baik untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Empat Mahasiswa Asal Mapia Wisuda di Uncen, Gelar Syukuran di Sekretariat Rpm Simapitowa

Untuk diketahui, instruksi Presiden (Inpres) tentang efisiensi anggaran, pemerintah daerah kepulauan Yapen menyetor APBD sebesar 60 miliar kembali ke negara untuk program Makan Bergizi Gratis. 

Efisiensi ini Bupati dan Wakil Bupati tidak pengadaan mobil dinas, juga perjalanan dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan OPD mengalami pemangkasan anggaran.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved