merauke
Pemulung di Merauke Banyak dan Sangar Karena Ancam Pemilik Rumah, Warga Minta Polisi-Pemkab Bekerja
Mereka masuk buka pagar seolah-olah rumah mereka sendiri, lalu mengambil barang-barang yang masih bagus, mereka masukan barang-barang itu ke dalam kar
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Masyarakat Merauke, Papua Selatan resah dengan maraknya aksi sekelompok pemulung yang mengambil barang-barang rumah tangga tanpa permisi atau tidak sepengetahuan pemilik rumah.
Salah seorang warga Merauke, Aco mengakui, sekelompok pemulung itu mengambil barang-barang miliknya dengan cara membuka pagar rumah dan masuk ke dalam rumah tanpa meminta izin.
Baca juga: BPBD Merauke Siap Evakuasi Korban Banjir di Salor 3
"Mereka masuk buka pagar seolah-olah rumah mereka sendiri, lalu mengambil barang-barang yang masih bagus, mereka masukan barang-barang itu ke dalam karung, ketika kepergok, mereka marah dan mengancam kami pemilik rumah, ini sudah tidak masuk akal, yang punya barang siapa lalu mereka yang marah," ucap Aco di Merauke, Senin, (17/3/2025).
Mewakili masyarakat, Aco berharap pihak keamanan dan pemerintah daerah Merauke mengatasi persoalan tersebut sebab sudah banyak korban dari kasus yang sama.
Baca juga: Enam Orang di Sentani Jadi Korban Kecelakaan Usai Xenia Hantam Dua Motor
"Coba pemerintah Merauke dan kepolisian tolong lihat kejadian ini dengan serius, kalau boleh saya katakan ini jelas-jelas pencurian, kejadian ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan bukan saya sendiri yang alami, sampai sekarang tidak ada tindakan tegas untuk mereka, kalau kita sendiri yang lawan mereka nanti kita yang disalahkan lagi, serba bingung kita untuk hadapi mereka ini," pintanya.
Selaku Kepala Daerah, Bupati Merauke, Yoseph Gebze, menyebut kejadian tersebut adalah bagian dari fenomena sosial, sehingga pemerintah melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu membuat suatu terobosan baru yang tentunya berkolaborasi bersama pihak keamanan.
Baca juga: 33 Korban Syukuran Bupati-Wabup Jayawijaya Telah Dirawat di RSUD
"Terkait pemulung ini kan fenomena sosial, beberapa OPD yang memang harus mengambil terobosan baru atau program baru dan kita lihat harus didanai dari APBD sehingga persoalan sosial yang dihadapi masyarakat kita yang tergolong pemulung meresahkan itu dapat teratasi," jelas Yoseph.
Untuk mendukung itu, lanjut bupati, pemerintah bakal melakukan koordinasi bersama satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dn juga Polres Merauke untuk mendampingi agar segala program kebijakan yang diambil pemerintah dapat teratasi dengan baik.
Baca juga: Pemain Persipura Ramai Rumakiek Meroket: Top Skor Liga 2, Nilai Pasar Melonjak hingga Incaran Liga 1
"Ini persoalan struktural, jadi atasinya tidak mungkin kita kasi makan langsung selesai, namun harus ada langkah-langkah berikutnya," pungkasnya.(*)
| Porprov II Papua Selatan Digelar di Merauke Pada November 2025 |
|
|---|
| PHAP Dampingi Petani Lokal di Merauke Wujudkan Pertanian Berkelanjutan Untuk Konservasi Alam |
|
|---|
| BPBD Merauke Siap Evakuasi Korban Banjir di Salor 3 |
|
|---|
| Kenakan Pakaian Adat Lengkap Masyarakat Papua Selatan Siap Sambut Apolo-Paskalis di Merauke Pagi Ini |
|
|---|
| Besok, Apolo-Paskalis Tiba di Papua Selatan : Siap Bangun Papua Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bupati-dan-wabup-meroke-17-mar-25.jpg)