RSUD Serui
RSUD Serui Akhirnya Memusnahkan Sampah Medis yang Tertumpuk 6 Bulan
Pantaun di lokasi terlihat, tempat penampungan sampah tersebut penuh dengan limbah alat kesehatan, dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap karena tertu
Penulis: Yulian Marvin Raubaba | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marvin Raubaba
TRIBUN-PAPUA.COM, YAPEN – Petugas kebersihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui, Papua akhirnya memusnahkan limbah medis atau bahan berbahaya dan beracun (B3) yang tertumpuk 6 bulan, dengan cara dibakar menggunakan incinerator, pada Senin, (31/3/2025) kemarin.
Berdasarkan pantaun di lokasi, tempat penampungan sampah tersebut penuh dengan limbah alat kesehatan, dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap karena tertumpuk berbulan-bulan.
Baca juga: Anggota DPRP Papua Adam Arisoy Bantu Bahan Bangunan Untuk Gereja Arareni di Yapen
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius oleh Bupati Yapen Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roi Palunga saat meninjau lokasi tersebut beberapa waktu lalu.
Pada kunjugan itu, kedua pemimpin daerah ini meminta agar limbah peralatan medis segera dibakar atau dimusnahkan karena sangat mengganggu kesehatan akibat telah menimbulkan aroma tidak sedap.
Baca juga: Wakil Bupati Yapen Minta OPD Saling Sinkronkan Program Pembangunan
Menindak lanjuti perintah pimpinan, Erensd Ampasoi, selaku Plt Direktur RSUD Serui langsung bergerak cepat untuk mengatasinya.
Erensd Ampasoi mengatakan selama ini pihaknya tidak melakukan pemusnahan terhadap limbah RSUD sebab alat pembakaran limbah atau incinerator rusak.
Baca juga: Ketua DPRK Yapen : Kami Akan Terus Kawal Usulan Program Dari Masyarakat
"Sehingga kerusakan alat ini menjadi pekerjaan rumah, yang dianggap selama ini dilakukan pembiaran akan mengatasi limbah alat kesehatan di RSUD Serui," kata Erensd kepada awak media, Selasa (1/4/2025).
Ia mengharapkan masyarkat yang berada di seputaran RSUD Serui, bersama sama menjaga kesehatan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Baca juga: Kunker ke Yapen, Adam Arisoy Temukan Ruas Jalan Trans Papua Rusak Berat Sejauh 93 Meter
Hingga saat ini, debu hasil pemusnahan limbah alat kesehatan sebanyak tiga ton yang masih tersimpan.
Manajemen RSUD akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Yapen, guna mencari solusi akan lokasi penguburan debu hasil pembakaran sampah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sampah-medis-RSUD-Seruiiiii.jpg)