Mahasiswa Mamberamo Raya
Mahasiswa Mamberamo Raya Ancam Pemerintah Untuk Salurkan Bantuan Studi
Jika tanggal yang kami mahasiswa tentukan tidak tepati maka kami kembali mobilisasi besar-besaran, akan mogok pelayanan publik pemerintahan Kabupaten
Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Mahasiswa/i Kabupaten Mamberamo Raya meminta pemkab setempat segera realisasikan bantuan studi bagi mereka. Demikian pernyataan mahasiswa melalui siaran pers yang diterima pada Jumat, (4/4/2025).
Aktivis Mahasiswa Mamberamo Raya, Hendrik Pitawa mengatakan bahwa coordinator pemkab yang menangani persoalan bantuan studi perlu memberikan penjelasan terkait berkas yang dikumpul sejak tanggal 23 Januari hingga 20 Februari 2025.
Baca juga: Tim SAR Cari 3 orang Tenggelam di Muara Kali Ruwai Mamberamo Raya: Satu Meninggal Dunia
"Kami minta untuk jelaskan kepada kami mahasiswa/i Kabupaten Mamberamo Raya, sudah sampai mana proses pengumpulan berkas yang telah dilakukan,"katanya.
Mereka meminta dana itu segera dicairkan sebab saat banyak mahasiswa yang saat ini sedang mempersiapkan penyusunan skripsi maupun ujian proposal.
Baca juga: Benhur-Yeremias Menang Banyak di Mamberamo Raya, Cek Suara Mathius-Aryoko di Pilkada Papua
"Juga banyak yang mau wisuda tetapi kendala di biaya pendaftaran wisuda maka dengan itu mahasiswa tersebut diundurkan ke tahun berikutnya,"ujaranya.
Menurut dia, pemerintah mestinya melakukan penyaluran sesuai jadwal akademik di kampus, yaitu satu tahun dilakukan dua kali pembayaran bantuan studi.
“Karenakan dalam satu tahun ada dua semester bukan satu semester,"tegasnya.
Baca juga: Pleno Rekap Suara KPU Kabupaten Mamberamo Raya, Cagub-Cawagub BTM-YB Menang Telak di 7 Distrik
Dia meminta pemerintah menaikkan nominal bantuan, sebab biaya tiap-tiap universitas berbeda-beda baik di dalam Papua maupun luar Papua.
"Antara lain sarjana strata 1 (S1) Rp10 juta, Diploma 3 (D3) Rp8 juta, studi akhir Rp15 juta,"jelasnya.
Baca juga: Dewan Adat Mamberamo Raya: KPU dan Bawaslu Harus Netral dan Fasilitasi Hak Pilih Masyarakat
Para mahasiswa ini mendesak pemerintah untuk menyalurkan bantuan pada 9 hingga 10 April 2025. Jika tidak secepat itu, mereka mengancam memblokir pelayanan pemerintah di Mamberamo Raya.
"Jika tanggal yang kami mahasiswa tentukan tidak tepati maka kami kembali mobilisasi besar-besaran, akan mogok pelayanan publik pemerintahan Kabupaten mamberamo raya,”pungkasnya.(*)
Tribun-Papua.com
DPRD Mamberamo Raya
Info Mamberamo Raya
Kabupaten Mamberamo Raya
Mamberamo Raya
Pemkab Mamberamo Raya
Bupati Mamberamo Raya
Mahasiswa Mamberamo Raya
Hendrik Pitawa
Aktivis Mahasiswa Mamberamo Raya
| HIPMI Papua Pegunungan Siapkan 3 Agenda Besar pada 18-19 Mei 2026 |
|
|---|
| HIPMI Papua Pegunungan Ajak Mahasiswa Daftar dan Belajar Jadi Pengusaha |
|
|---|
| IPN Asah Delapan Pemuda Kamoro Jadi Ahli di Industri Perhotelan |
|
|---|
| 8.000 Warga Fakfak Dihapus dari BPJS Kesehatan karena Terlibat Judol |
|
|---|
| Pemerintah Manokwari Utus 115 Petugas Deteksi Cacing Hati pada Sapi Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mahasiswa-mamberamo-raya-demmmo.jpg)