Sabtu, 11 April 2026

kontak tembak di puncak Jaya

Dua Polisi Gugur Saat Kontak Tembak Melawan KKB di Puncak Jaya

"Saat ini kedua korban sempat dievakuasi ke RSUD Mulia, namun saat tiba di rumah sakit, mereka dinyatakan meninggal dunia," ujar Brigjend Faizal kepad

|
Tribun-Papua.com/istimewa
KONTAK TEMBAK: Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, ia mengatakan, dalam kontak tembak di Puncak Jaya dua personil Satgas Damai Cartenz 2025 2 personil gugur  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Taniya Sembiring 

TRIBUN-PAPUA.COM, PUNCAK JAYA – 2 anggota Polri dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 dilaporkan gugur setelah kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (15/5).

Kedua korban adalah Bripda Dedi Tambunan serta Bharada Raymon Rerey. Mereka personel aktif dalam Satgas Ops Damai Cartenz-2025.

Baca juga: OPM Kodap IV Sorong Raya Papua Barat Daya Ikrar Setia kepada NKRI: Saya Bosan Hidup di Hutan

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, didampingi Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menjelaskan pelaku diduga dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

"Saat ini kedua korban sempat dievakuasi ke RSUD Mulia, namun saat tiba di rumah sakit, mereka dinyatakan meninggal dunia," ujar Brigjend Faizal kepada wartawan lewat keterangan persnya Jumat (16/5/2025).

Baca juga: Begini Klarifikasi Soleman Jambormias Soal Somasi KONI Papua Selatan

Menanggapi kejadian ini, Satgas Ops Damai Cartenz-2025 langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Aparat gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran di wilayah sekitar guna mengamankan situasi.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat Puncak Jaya untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat.

Baca juga: 11 Tahun Kabur, Koruptor Logistik Pemilu Lanny Jaya Ditangkap di Jayapura: Kerugian Rp 7,1 Miliar

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Sebelumnya pihak gereja menyebutkan pada Selasa, 13 Mei 2025 masyarakat melaporkan sedang terjadi operasi militer pada pukul 04.00 WIT.

Baca juga: Operasi Militer Pecah di Intan Jaya, Persatuan Gereja-Gereja Buka Suara Akibat Jemaat Jadi Korban

Operasi itu terjadi di Kampung Sugapalama, Jaintaapa, dan Ndugusiga, yang berada di antara Distrik Sugapa dan Hitadipa.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved