Info Kabupaten Jayapura
WVI Tutup Program AKSI di 11 Sekolah di Kabupaten Jayapura
Dari 11 sekolah yang di latih oleh program ini ada 9 sekolah yang mempunyai kebun gizi, dimana menjadi proyek pembelajaran anak-anak .
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Wahana Visi Indonesia (WVI) menutup rangkaian program Bangun Generasi Anak Papua Kuat, Sehat, dan Bahagia atau disingkat AKSI yang berlangsung sejak Januari sampai dengan Mei 2025 di Kabupaten Jayapura.
Program AKSI di Kabupaten Jayapura berlangsung di 11 sekolah di wilayah Sentani.
Mitra WVI yakni 11 sekolah dasar yang ada di Sentani, pusat Direktorat Sekolah Dasar, BPMP Provinsi Papua, Universitas Cenderawasih, Komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.
Kegiatan itu ditutup dengan pelabuhan tifa bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikleuw, Ketua Tim Program AKSI WVI Saskia Rosita Indasari, serta perwakilan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah H. Khamim di salah satu hotel di Sentani, Distrik Sentani, Selasa (20/5/2025).
Baca juga: Rencana Rayakan Hardiknas dan Penutupan Program AKSI, WVI Bertemu Wabup Jayapura
Ketua Tim Program AKSI WVI Saskia Rosita Indasari, mengatakan, program AKSI itu bertujuan meningkatkan aktivitas fisik bagi anak-anak sekolah dasar serta meningkatkan pemahaman terkait gizi seimbang agar terbangun komitmen hidup sehat sekaligus perfoma belajar siswa.
Program di tiga bulan itu, WVI menilai adanya peningkatan kapasitas guru olahraga, yang tadinya pembelajaran olahraga hanya monoton, guru dilatih untuk mempunyai banyak ide untuk melakukan pembelajaran dan permainan.
"Akhirnya merangsang literasi anak, kemampuan bacanya karena ada integrasi gerak dan menyusun huruf. Anak [juga] lebih senang pergi ke sekolah," katanya.
Dari 11 sekolah yang di latih oleh program ini ada 9 sekolah yang mempunyai kebun gizi, dimana menjadi proyek pembelajaran anak-anak belajar tentang menanam.
Keberlanjutan ini, kata Saskia, WVI melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura agar sekolah semakin percaya diri bahwa apa yang dilakukan sejalan dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
"Kita dorong sekolah dengan memberikan peralatan olahraga, bibit sayur, dinas mendorong tidak hanya 11 sekolah ini di Kabupaten Jayapura. Sekolah juga bisa mengakses modul belajar secara gratis," katanya.
WVI bekerja sesuai dengan sumber daya yang didapatkan dari donor, ada beberapa wilayah kerja WVI seperti di Kabupaten Sarmi, Biak, dan Wamena, Papua Pegunungan.
Saskia mengakui untuk wilayah pelosok di Kabupaten Jayapura belum tersentuh program ini lantaran keterbatasan dana.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kabupaten Jayaprua Amelia Ondikleuw menilai program AKSI mendorong guru untuk memiliki kreativitas mengajar supaya siswa tidak bosan di dalam kelas.
"Itu yang saya lihat di kerja program AKSI. Kalau belajar hanya monoton saja anak bosan karena itu perlu ada penyegaran terhadap guru-guru," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/rsama-menutup-program-AKSI-dari-Wahana-Visi-Ind.jpg)