Senin, 20 April 2026

Pemkab Jayapura

Bupati Jayapura Minta Disdik Mendata dan Siapkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

"Selama ini tidak ada beasiswa. Saya sudah minta kepala dinas data semua anak Tabi yang berkuliah di luar Papua dan di Jayapura," katanya.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjanah Kurita
PENDIDIKAN KABUPATEN JAYAPURA : Bupati Jayapura Yunus Wonda ketika wawancara baru-baru ini. Ia telah meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura untuk mendata mahasiswa asal Kabupaten Jayapura untuk mendapatkan bantuan beasiswa. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua bakal menyiapkan bantuan beasiswa bagi anak-anak asal Kabupaten Jayapura yang kuliah di Papua dan luar Papua.

Hal itu disampaikan Bupati Jayapura Yunus Wonda dalam penenandatangan pakta integritas Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berintegritas Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi di Aula Lantai Dua Kantor Bupati, Gunung Merah, Sentani, Senin (26/5/2025).

Baca juga: Kontak Tembak Pecah di Puncak Papua, OPM Tuding TNI Bakar Rumah Warga

Yunus menyebut pendidikan merupakan prioritas utama sehingga jika hari ini ada anak-anak yang bersekolah berarti ada masa depan bangsa dan negara. Dia juga menegaskan bahwa persoalan pendidikan ini sesuai dengan visi dan misinya ketika kampanye di Pilkada 2024.

Bupati Yunus mengatakan, untuk mendukung pendidikan di Kabupaten Jayapura pemerintah mendapatkan kucuran dana dari kebijakan Otonomi Khusus (Otsus). Peruntukan dana Otsus yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat.

Baca juga: Menerima Penghargaan Dari Kemendikbudristek, Disdikbud Biak Numfor Komitmen Lestarikan Bahasa Ibu

Oleh karena itu, Yunus meminta setiap perangkat daerah yang mengelola dana Otsus memperhatikan arah penggunaan dana tersebut.

"Saya sudah sampaikan kepada OPD saya yang selama ini kelola dana Otsus bagi-bagi tidak ada model begitu. UU Otsus itu jelas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi
rakyat," katanya.

Yunus mengatakan, pemerintah menaruh perhatian secara khusus bagi anak-anak asli Tabi yang berkuliah agar mendapatkan beasiswa. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayapura telah diminta untuk melakukan pendataan mahasiswa di seluruh Indonesia.

"Selama ini tidak ada beasiswa. Saya sudah minta kepala dinas data semua anak Tabi yang berkuliah di luar Papua dan di Jayapura," katanya.

Baca juga: Polemik Berakhir, Yan Mandenas dan Jimmy Kapissa Sepakat Kembalikan PSBS ke Masyarakat Biak Numfor

Selain itu, kata Yunus, aparatur sipili negara (ASN) juga berpeluang untuk mendapatkan  biaya akhir studi. "Kita harus siapkan beasiswa," katanya.

Demi memotong rentang akses pendidikan yang sulit, ia berencana membangun sekolah berpola asrama di wilayah Distrik Ravenira, Demta, Depapre, dan Airu agar peserta didik bisa mendapatkan pendidikan dengan layak.

"Kita bicara Ormu [Ravenirara] kalau sudah gelombang, sulit ke sekolah. Kami akan bangun pola asrama, kami minta dukungan dari Provinisi Papua," ujarnya.

Baca juga: Rudi Maswi: Karier Owen Rahadian di Persipura Jayapura akan Lebih Panjang

Masalah pendidikan bukan saja soal pembangunann infrastruktur tetapi penyerataan guru di sekolah-sekolah serta akses yang mudah.

"Guru kalau bertumpuk di satu sekolah akan dikirim, supaya pergi mengajar di tempat yang jauh," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved