Minggu, 17 Mei 2026

Cerita

TNI Hadir, Oksop Bangkit: Mengurai Isolasi di Pedalaman Papua Pegunungan

Ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah meninggalkan trauma mendalam, memaksa warga mengungsi ke hutan dan kampung-kampung pedalaman.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
GOTONG ROYONG - Anggota TNI dari Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada bersama warga sipil bergotong royong mengangkut bahan pokok di Kampung Oksop, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. TNI tak hanya bertugas menjaga kedaulatan, melainkan juga merajut kembali harapan bagi masyarakat. (Dok.Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Di tengah kerasnya medan perbatasan darat antara Indonesia dan Papua Nugini, sebuah misi kemanusiaan tengah bergulir.

Anggota TNI dari Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada tak hanya bertugas menjaga kedaulatan, melainkan juga merajut kembali harapan bagi masyarakat di Kampung Oksop, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan

Sebuah kampung yang sebelumnya terimpit oleh ancaman dan keterasingan, kini mulai merasakan sentuhan pertolongan nyata.

Tak mudah hidup di Oksop, kampung yang berjarak sekira 30 kilometer dari Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan BIntang.

Ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah meninggalkan trauma mendalam, memaksa warga mengungsi ke hutan dan kampung-kampung sekitar.

Kondisi ini diperparah ketika tiga jembatan vital—penghubung utama jalur darat dari Distrik Serambakon menuju Distrik Oksop—sengaja dirusak oleh kelompok bersenjata.

embatan vital—penghubung utama jalur dara
Jembatan vital—penghubung utama jalur darat dari Distrik Serambakon menuju Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, sengaja dirusak oleh kelompok bersenjata.

Akibatnya, akses logistik dan pengiriman kebutuhan pokok terputus total, menjerumuskan masyarakat Oksop dalam jurang isolasi yang mendalam.

Namun, kegelapan itu kini perlahan sirna. Kedatangan Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada di Kampung Oksop menjadi titik balik.

Baca juga: Pengungsi Oksob Melahirkan dan Meninggal di Hutan Tanpa Bantuan Medis

Secara bertahap, warga mulai berani kembali ke rumah mereka.

Pos TNI bukan hanya markas militer, tetapi juga pusat pelayanan yang dituju banyak warga.

Mereka datang untuk mendapatkan layanan kesehatan, sebuah kebutuhan dasar yang selama ini sulit dijangkau.

TNI membawa serta harapan akan kehidupan yang lebih baik, mengukir senyum di wajah-wajah yang lelah.

LAYANAN KESEHATAN - Tim Kesehatan TNI dari Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada mengecek kesehatan warga yang mengungsi akibat gangguan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Oksop, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. TNI tak hanya bertugas menjaga kedaulatan, melainkan juga merajut kembali harapan bagi masyarakat. (Dok.Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada)
LAYANAN KESEHATAN - Tim Kesehatan TNI dari Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada mengecek kesehatan warga yang mengungsi akibat gangguan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Oksop, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. TNI tak hanya bertugas menjaga kedaulatan, melainkan juga merajut kembali harapan bagi masyarakat. (Dok.Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Momen paling berkesan tercipta saat helikopter TNI mendarat di Pos Satgas, membawa tumpukan bahan makanan dan obat-obatan.

Sorak kegembiraan tak terbendung. 

Warga tak ragu ikut bergotong royong bersama personel TNI, bahu-membahu menurunkan logistik bantuan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved