Minggu, 19 April 2026

Papua Tengah Terkini

Thomas Sondegau: Penanganan Kericuhan di Pasar Karang Nabire Harus Dievaluasi Total

Menurut Thomas, pihak yang terlibat langsung dalam insiden ini harus bertanggungjawab. "Harus evaluasi, agar ke depan tidak terulang."

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Ketua Umum DPP LEMASUMOPA Papua, Thomas Sondegau didampingi Kepala Suku Wolani, Harun Agimbau, Ketua DPD LEMASUMOPA Nabire, Moses Yatipa, serta rekannya . 

Laporan Wartawan Tribun-Papuatengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Kericuhan di Pasar Karang Tumaritis Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang terjadi pada Kamis (2/6/2025), masih menjadi sorotan.

Hal ini disebabkan karena di balik insiden itu menyebabkan satu orang dengan inisial E meninggal dunia.

Menyikapi insiden itu, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Suku Moni Papua (LEMASUMOPA), Thomas Sondegau angkat bicara.

Thomas mengatakan, seharusnya, penanganan masalah ini dilakukan secara humanis.

Kemudian, tidak perlu dilakukan secara kasar.

Baca juga: Nabire Gempar, Seorang Satpam Diduga Rudapaksa 7 Anak: Ini Sosok Pelaku

"Untuk itu bagi saya, perlu ada evaluasi total," kata Thomas kepada Tribun-Papuatengah.com, Sabtu (28/6/2025) malam.

Menurut Thomas, pihak yang terlibat langsung dalam insiden ini harus bertanggungjawab.

"Jadi sekali lagi harus evaluasi, agar ke depan tidak terulang lagi," ujarnya.

RICUH NABIRE - Kericuhan yang terjadi di Pasar Karang, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (26/6/2025). Kericuhan ini menyebabkan satu warga tewas dan dua orang warga lainnya alami luka tembak. (KOMPAS.COM/DOK YOGO)
RICUH NABIRE - Kericuhan yang terjadi di Pasar Karang, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (26/6/2025). Kericuhan ini menyebabkan satu warga tewas dan dua orang warga lainnya alami luka tembak. (KOMPAS.COM/DOK YOGO) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Thomas meminta pemerintah daerah perlu mengevaluasi aktivitas ekonomi di Pasar Karang Tumaritis.

Mama-mama yang jualan di atas trotoar depan pasar juga harus digeser ke dalam, agar tidak menimbulkan bahaya bagi diri mereka.

"Supaya ketika ada kejadian, bisa mudah untuk membedakan, mana yang orang mabuk, dan mana yang tidak," katanya.

Sementara terkait peredaran miras di Nabire, lanjut Thomas perlu ditertibkan, karena itu penyebab semua masalah.

Baca juga: Kericuhan di Nabire Papua Tengah: Seorang Warga Sipil Tewas, Lima Orang Ditangkap

"Kalau ini tidak ada tertibkan, maka masalah akan terus terjadi," tandasnya.

Menurut dia, penertiban juga bukan hanya untuk Kamtibmas, akan tetapi untuk menyelamatkan manusia Papua.

"Jangan karena miras, kota ini jadi rusak, jadi soal ini perlu ada regulasi, sehingga Nabire tetap aman, dan damai," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved