Papua Terikini
Mengurai Benang Kusut MBG di Papua, Pigai: Solusi Ada di Tangan Mama-mama
Solusi ada di tangan masyarakat Papua sendiri, mereka bisa menentukan siapa yang paling tepat untuk mengelola dapur MBG.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua, khususnya soal siapa yang akan memasak, tampaknya mulai menemukan titik terang.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai optimis kendala ini bisa diatasi.
"Itu selalu menjadi problem. Entah nanti dimasak oleh mama-mama pihak gereja atau oleh siapa, itu gampang dibicarakan," kata Pigai usai menerima kunjungan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Baginya, solusi ada di tangan masyarakat Papua sendiri, mereka bisa menentukan siapa yang paling tepat untuk mengelola dapur MBG.
Persoalan utama memang terletak pada manajemen pemasakan menu MBG.
Baca juga: Pelajar Papua Tolak Program Makan Bergizi Gratis Prabowo: Kami Butuh Pendidikan Layak dan Gratis
Di balik niat baik menyediakan gizi bagi masyarakat, pelaksanaannya kerap tersandung urusan teknis dan kepercayaan lokal.
Pigai percaya bahwa dengan melibatkan pihak masyarakat langsung, termasuk peran vital mama-mama, program ini bisa berjalan mulus.
Ini bukan sekadar program distribusi bahan makanan, tapi juga melibatkan adaptasi dengan kearifan lokal dan potensi komunitas.
Harapan itu kian nyata dengan upaya konkret di lapangan. Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solosa, berbagi kisah sukses dari wilayahnya.
Kabupaten Maybrat di Papua Barat Daya telah meluncurkan program Dapur Sehat sebagai penopang MBG.
Empat titik Dapur Sehat telah dipetakan, dua di antaranya sudah diresmikan, sementara dua lainnya masih dalam tahap koordinasi.
Titik-titik ini dirancang untuk melayani 24 kecamatan/distrik, 259 kampung, dan satu kelurahan, menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah.
"Dari empat titik ini, dua titik sudah pelepasan dan dua titik sedang kami koordinasikan," ucap Ferdinando.
Penolakan MBG di Papua
Berdasarkan catatan pemberitaan Kompas.com, salah satu penolakan terjadi ketika massa pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/BERGIZI-GRATIS-Menteri-Hak-Asasi-Manusia-HAM-Natalsaw.jpg)