Cerita
Dari Rimba Sagu Papua, Sasagu Menjelajah Dunia Berkat Sentuhan Pertamina
Hanya dalam hitungan bulan, Herlinda Sinaga, pendiri Sasagu, merasakan lonjakan besar pada produksi dan omzet. Produknya menjelajahi dunia.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan jurnalis Tribun-Papua.com, Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Di sudut Jayapura, sebuah nama baru telah mencuat, membawa harum olahan sagu kekinian dari Papua ke kancah yang lebih luas: Sasagu.
UMK ini, yang baru berdiri pada 2023, bersiap mengukir sejarah di panggung internasional. Sebuah perjalanan yang tak lepas dari sentuhan tangan dingin PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina UMK Academy 2025.
Hanya dalam hitungan bulan, Herlinda Sinaga, pendiri Sasagu, merasakan lonjakan besar pada produksi dan omzet.
Kini, produknya pun telah mencuri perhatian dua calon pembeli raksasa dari Jerman dan Jepang.
Herlinda meyakini isnisnya naik kelas lebih cepat setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025.
"Produksi dan omzet Sasagu tumbuh berkali-kali lipat padahal kami baru beberapa bulan ikut program ini," ujar Herlinda di Jayapura, Sabtu (26/7/2028).
Ia menjadi saksi hidup bagaimana pendampingan intensif mengubah segalanya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Raih Tiga Penghargaan CSR di ISRA 2025
Dari manajemen produksi yang rapi, pengemasan yang menarik, branding yang kuat, hingga strategi pemasaran yang jitu, semua dipelajari Herlinda di akademi ini.
Tak heran, Sasagu kini makin dikenal, baik di pasar offline maupun online.
Bahkan, cookies sagunya telah menjadi best seller di supermarket terbesar di Jayapura.
Tepung sagu mereka pun sukses jadi market leader, tak hanya karena mengusung identitas budaya Papua, tapi juga karena label "bebas gluten" yang dicari banyak orang.
Konsumen pangan khas Papua buatan Sasagu tidak hanya datang dari pasar domestik, tetapi juga mancanegara.
Sasagu juga bersiap menembus pasar Australia setelah Herlinda menjadi satu-satunya pengusaha perempuan dari Indonesia Timur yang lolos dalam ajang "25 Woman-led MSMEs - Ready to Export" oleh Australia Awards 2024.
"Tepung sagu kami juga berhasil menjadi market leader karena selain mengusung identitas budaya, produk kami juga bebas gluten," kata Herlinda.
| Terpinggir di Gerbang Tanah Sendiri: Mama-mama Papua Jual Noken dari Sudut Sunyi Bandara Wamena |
|
|---|
| Sentuhan Modern Astia Mulyawati: Mengubah Wajah Sagu Papua Jadi Camilan Dunia |
|
|---|
| Kisah Karles Rompas 45 Hari Dihantam Ombak Lautan Manado, Ditemukan Selamat di Perairan Jayapura |
|
|---|
| Ketika HP Mencuri Masa Kecil Anak Papua: Senator Nelson Wenda Desak Pemerintah Bertindak Cepat |
|
|---|
| Lari Melawan Diskriminasi, Ketika Bubuk Warna Menghapus Stigma HIV/AIDS di Puncak Jaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/OSOK-Pendiri-Sasagu-Herlinda-Sinaga-s.jpg)