Papua Tengah
Papua Tengah Gandeng BSSN Tingkatkan SDM ASN Cegah Serangan Siber
emudian juga berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara,
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menggelar sosialisasi penguatan ekosistem keamanan siber, dan sandi sebagai upaya meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.
Sosialisasi yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandar Lama, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Selasa, (29/7/2025), melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Baca juga: Staf Ahli Gubernur Papua Minta Masyarakat Stop Sebar Ujaran Kebencian Jelang PSU
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Tengah, Ham Nawipa mengatakan kegiatan itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi, dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016.
Kemudian juga berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara, Peraturan Gubernur Papua Tengah Nomor 40 tahun 2024 tentang manajemen Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Baca juga: BMKG: Hari Ini Seluruh Wilayah Mimika Berawan
Usai sosialisasi, pemerintah akan membentuk tim tanggap insiden siber atau yang lebih dikenal dengan nama Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Timi akan juga akan membangun kolaborasi intens dengan BSSN dalam penguatan sistem keamanan siber dan sandi.
"Peserta yang dilibatkan berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Papua Tengah, lalu ada perwakilan dari Dinas Kominfo Kabupaten se-Papua Tengah, para ASN dari Dinas Kominfo Papua Tengah," jelas Ham dalam sambutanya yang diperoleh Tribun-Papua.
Baca juga: Dari Isolasi ke Konektivitas: Wamena Menyambut Era Baru Penerbangan
Narasumber dalam sosialisasi ini adalah tim teknis dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia, dengan topik, diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.
Sementara hasil yang akan dicapai oleh peserta dalam sosialisasi ini adalah, terbangunnya pemahaman yang baik tentang pentingnya keamanan siber, dan sandi di sektor pemerintahan.
Baca juga: Dinsos Jayawijaya Salurkan Bantuan Untuk Lansia di Wamena dan Kurulu
Kemudian adanya komitmen dari dinas kominfo untuk menindaklanjuti pembentukan PAPUATENGAHPROV-CSIT.
"Artinya, dinas kominfo akan menyusun proposal pembentukan CSIRT/ Tim Tanggap Insiden Siber daerah, lalu akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BSSN terkait pendampingan teknis, serta merancang pelatihan lanjutan untuk operator teknis keamanan informasi," kata Ham.
Baca juga: TP-PKK Kabupaten Jayapura Beri Bantuan kepada 20 Anak Stunting di Distrik Airu
Ham berharap melalui sosialisasi, peserta memahami urgensi keamanan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan digital.
"Supaya itu dapat menjadi pelopor dalam penerapan kebijakan dan budaya keamanan informasi di OPD masing-masing," pungkasnya. (*)
Tribun-Papua.com
Provinsi Papua Tengah
SDM Papua Tengah
kejahatan siber
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
ancaman siber
Papua Tengah
ASN Papua Tengah
Diskominfo Papua Tengah
| KNPI Siap Kawal Gubernur Meki Nawipa Sapu Bersih Tambang Ilegal |
|
|---|
| Meki Nawipa Siapkan Jamsos Khusus Ibu dan Anak Untuk Tingkatkan Gizi Balita |
|
|---|
| Henes Sodegau Harap Tiket Makin Murah Karena Batik Air Resmi Masuk Nabire |
|
|---|
| Pemprov Papua Tengah Rancang Perlindungan 3,9 Juta Hektare Kawasan Hutan |
|
|---|
| Pemprov Papua Tengah Siapkan Pelajar Puncak Masuk Institusi Elit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadasdadsadadadas.jpg)