Minggu, 17 Mei 2026

Papua Tengah

Papua Tengah Gandeng BSSN Tingkatkan SDM ASN Cegah Serangan Siber

emudian juga berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara,

Tayang:
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
PEMPROV PAPUA TENGAH - ASN saat mendengar materi pada sosialisasi penguatan ekosistem keamanan siber dan sandi, yang dilaksanakan di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah di Nabire, Selasa, (29/7/2025). Kegiatan ini melibatkan staf kominfo dari kabupaten-kabupaten di provinsi tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari


TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menggelar sosialisasi penguatan ekosistem keamanan siber, dan sandi sebagai upaya meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

Sosialisasi yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandar Lama, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Selasa, (29/7/2025), melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca juga: Staf Ahli Gubernur Papua Minta Masyarakat Stop Sebar Ujaran Kebencian Jelang PSU

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Tengah, Ham Nawipa mengatakan kegiatan itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi, dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016.

Kemudian juga berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara, Peraturan Gubernur Papua Tengah Nomor 40 tahun 2024 tentang manajemen Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Baca juga: BMKG: Hari Ini Seluruh Wilayah Mimika Berawan

Usai sosialisasi, pemerintah akan membentuk tim tanggap insiden siber atau yang lebih dikenal dengan nama Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Timi akan juga akan membangun kolaborasi intens dengan BSSN dalam penguatan sistem keamanan siber dan sandi.

"Peserta yang dilibatkan berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Papua Tengah, lalu ada perwakilan dari Dinas Kominfo Kabupaten se-Papua Tengah, para ASN dari Dinas Kominfo Papua Tengah," jelas Ham dalam sambutanya yang diperoleh Tribun-Papua.

Baca juga: Dari Isolasi ke Konektivitas: Wamena Menyambut Era Baru Penerbangan

Narasumber dalam sosialisasi ini adalah tim teknis dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia, dengan topik, diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.

Sementara hasil yang akan dicapai oleh peserta dalam sosialisasi ini adalah, terbangunnya pemahaman yang baik tentang pentingnya keamanan siber, dan sandi di sektor pemerintahan.

Baca juga: Dinsos Jayawijaya Salurkan Bantuan Untuk Lansia di Wamena dan Kurulu

Kemudian adanya komitmen dari dinas kominfo untuk menindaklanjuti pembentukan PAPUATENGAHPROV-CSIT.

"Artinya, dinas kominfo akan menyusun proposal pembentukan CSIRT/ Tim Tanggap Insiden Siber daerah, lalu akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BSSN terkait pendampingan teknis, serta merancang pelatihan lanjutan untuk operator teknis keamanan informasi," kata Ham.

Baca juga: TP-PKK Kabupaten Jayapura Beri Bantuan kepada 20 Anak Stunting di Distrik Airu

Ham berharap melalui sosialisasi, peserta memahami urgensi keamanan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan digital.

"Supaya itu dapat menjadi pelopor dalam penerapan kebijakan dan budaya keamanan informasi di OPD masing-masing," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved