Selasa, 19 Mei 2026

Info Jayawijaya

Lansia Suku Mee Dapat Bantuan Beras dari Pemkab Jayawijaya: Sangat Berarti

Terlihat sejumlah orang tua Suku Mee berdiri bersahaja bersama para pejabat Dinas Sosial di halaman kantor pelayanan sosial Jayawijaya.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Noel Wenda
BANTUAN SOSIAL - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, melalui Dinas Sosial, menyalurkan bantuan beras sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para lansia dari kelompok mama- mama perintis dari suku Mee yang masih tersisah di Wamena. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, melalui Dinas Sosial, menyalurkan bantuan beras sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para lansia dari kelompok mama- mama perintis dari suku Mee yang masih tersisah di Wamena.

Pemandangan haru terekam dalam foto-foto yang tersebar luas di grup WhatsApp warga Papua.

Terlihat sejumlah orang tua Suku Mee berdiri bersahaja bersama para pejabat Dinas Sosial di halaman kantor pelayanan sosial Jayawijaya.

Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah tidak mengenal batas suku, jumlah, ataupun wilayah asal serta menghargai mama - mama lansia dari suku Mee.

Baca juga: Askab PSSI Jayawijaya Fokus Pembinaan Usia Muda, Siapkan Suratin dan Bupati-Wabup Cup 2025

Bantuan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan yang menyasar kelompok rentan, termasuk lansia, sebagai upaya menjaga keberlangsungan hidup dan martabat warga di usia senja.

Salah satu Tokoh muda Suku Mee, Yosua Douw, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati Jayawijaya, dan Kepala Dinas Sosial yang telah memperhatikan orang tua kami di Wamena. Meski jumlah kami sedikit karena banyak yang sudah kembali ke Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, tetapi perhatian ini sungguh berarti bagi kami semua,” ucapnya penuh haru.

Yosua  yang juga Sekda Tolikara itu, menambahkan bahwa bantuan ini lebih dari sekadar beras. Ia menyebutnya sebagai simbol kasih sayang, pengakuan, dan penghargaan terhadap eksistensi dan kontribusi masyarakat Suku Mee di tanah yang mereka bangun.

“Ini adalah cermin semangat kemanusiaan dan inklusivitas yang harus terus dijaga di Tanah Papua. Kiranya Tuhan yang punya Firman memberkati seluruh pemimpin dan masyarakat Jayawijaya. Wa wa wa ooooo... Amanai noooo,” tutup Yosua dengan sapaan hangat khas budaya Mee, di Wamena, Selasa, (05/08/2025).

Baca juga: Wakil Ketua DPR Papua Pegunungan Terima Aspirasi Pembangunan Jalan dan Jembatan di Lanny Jaya

Langkah nyata dari Pemerintah Jayawijaya ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk terus memperhatikan kelompok-kelompok rentan.

Di balik sekarung beras, tersimpan harapan agar keadilan sosial dan ketahanan pangan di Papua benar-benar menyentuh seluruh pelosok dan setiap jiwa. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved