Kemenag Papua
Kemenag Papua : Kalau Pimpinan Agama Sudah Rukun, Akan Menular ke Umat
Klemens menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari delapan program prioritas
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menegaskan bahwa dialog lintas agama merupakan jembatan penting untuk merawat kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang multireligius dan multikultural.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan dialog tokoh lintas agama di Kabupaten Biak Numfor, Rabu (13/8/2025) kemarin.
Baca juga: Wabup Sarmi Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi
Klemens menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari delapan program prioritas Menteri Agama, salah satunya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan.
Instruksi dari Menteri Agama adalah agar seluruh jajaran Kemenag, mulai dari pusat hingga daerah, aktif membangun komunikasi dan dialog dengan tokoh lintas agama, FKUB, serta pimpinan ormas keagamaan lainnya.
Baca juga: Max Abner Ohee: Perjanjian New York Sah, Papua Bagian Tak Terpisahkan dari NKRI
“Indonesia ini berbeda dalam agama dan budaya. Kita punya enam agama yang diakui negara, Perbedaan ini tidak bisa dihindari, tapi bisa dirangkai melalui dialog. Tanpa dialog, orang akan berdiri di tempatnya sendiri dan melihat yang lain sebagai lawan,” ujarnya.
Menurutnya, dialog menempatkan unsur kemanusiaan di atas segalanya. Ia mencontohkan, ketika terjadi bencana, bantuan kemanusiaan diberikan tanpa menanyakan agama korban. “Itu ibadah sosial. Jembatannya adalah dialog,” kata Klemens.
Baca juga: Polres Jayawijaya Tangkap Remaja Sindikat Pencuri Motor Antarprovinsi di Papua
Klemens juga menekankan pentingnya peran tokoh agama. “Kalau para pemimpin agama sudah rukun, kebiasaan itu akan menular ke umat. Pendeta bisa memahami kebiasaan ustaz, begitu pula sebaliknya. Sekat-sekat akan hilang,” jelasnya.
Ia menegaskan, kerukunan bukan agenda musiman seperti saat pemilu, tetapi tugas berkelanjutan Kemenag.
Baca juga: 283 Warga Mengikuti Screening Operasi Katarak Gratis yang Dilakukan PTFI
“Persoalan ibadah itu urusan pribadi. Tapi saat menyentuh perbedaan, itu awal perpecahan. Tidak ada satu teori kerukunan yang bisa berlaku di semua tempat. Setiap wilayah punya karakteristik sendiri, dan pendekatan terbaik adalah dialog,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/asdadmadiadkag.jpg)