Kamis, 7 Mei 2026

Pemkab Biak Numfor

Program MBG Menyasar Wilayah 3T, BGN Siap Bangun 11 Titik Dapur 

Selain peserta didik, program MBG juga menyasar kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui).

Tayang:
Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
PROGRAM MBG - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN), Husni Mubarak (kiri nomor dua) saat hadiri kegiatan yang digelar oleh Jenewa Madani Indonesia pekan lalu di Biak 

 

Ringkasan Berita:
  • Hingga saat ini sebanyak delapan dapur SPPG telah beroperasi dan melayani 13.086 siswa dari berbagai satuan pendidikan.
  • Selain peserta didik, program MBG juga menyasar kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui). Jumlah penerima manfaat 3B yang telah dilayani mencapai 299 orang, yang dilayani melalui tiga dapur SPPG, masing-masing SPPG Samofa Brambaken 1, SPPG Waupnor, dan SPPG Mandala.

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN), Husni Mubarak memastikan pembangunan 11 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus diupayakan agar dapat beroperasi pada tahun ini, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terjauh.

"Pembangunan dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari strategi perluasan layanan Program Makan Bergizi (MBG) agar menjangkau masyarakat di wilayah yang selama ini sulit diakses," ujarnya saat dikonfirmasi media di Biak, Pekan lalu 

Terkait penerima manfaat, Husni menyebut hingga saat ini sebanyak delapan dapur SPPG telah beroperasi dan melayani 13.086 siswa dari berbagai satuan pendidikan.

Selain peserta didik, program MBG juga menyasar kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui).

Baca juga: Bupati Biak Numfor Jajaki Pembukaan Rute Wings Air Sorong Biak Januari 2026

 Jumlah penerima manfaat 3B yang telah dilayani mencapai 299 orang, yang dilayani melalui tiga dapur SPPG, masing-masing SPPG Samofa Brambaken 1, SPPG Waupnor, dan SPPG Mandala.

Husni menambahkan, meski sebagian dapur di wilayah 3T masih dalam tahap pembangunan, pelayanan MBG kepada penerima manfaat tetap berjalan.

BGN menargetkan seluruh dapur terpencil tersebut dapat beroperasi dalam tahun berjalan.

Ia mengakui, selama satu tahun pelaksanaan program MBG, tidak ditemukan kasus yang mengganggu pelaksanaan program tersebut.

Hal ini, menurutnya, tidak terlepas dari pengawasan ketat terhadap proses pengolahan makanan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola SPPG dan tenaga ahli gizi, terutama dalam memperhatikan bahan pangan yang digunakan di dapur serta penerapan higienitas dan sanitasi, baik perorangan maupun lingkungan,” kata Husni

Husni juga meminta pihak sekolah agar dapat menyediakan fasilitas cuci tangan bagi peserta didik agar kebiasaan hidup bersih dapat diterapkan sebelum makan.

“MBG bukan hanya soal memberi makan, tetapi bagaimana kita mempersiapkan generasi emas 2045 sesuai visi dan misi Presiden Prabowo. Karena itu, keamanan pangan harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

Baca juga: Markus Mansnembra Perintahkan RSUD Biak Numfor Utamakan Keselamatan Nyawa Pasien

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, sejauh ini berjalan lancar.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved