Kamis, 7 Mei 2026

Pemkab Biak Numfor

Penguatan UKS/M Dukung Perluasan Cakupan MBG di Biak Numfor

Isu kesehatan di sekolah, khususnya terkait gizi dan keamanan pangan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
REVITALISASI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin bersama perwakilan UNICEF, Nutrition Manager Jenewa Madani Indonesia, Shafa Syahrani, dan pejabat lainnya saat membuka kegiatan di Biak, Senin (19/1/2026) 

Penguatan UKS/M Dukung Perluasan Cakupan MBG di Biak Numfor

 

Ringkasan Berita:
 
  • Jenewa Madani Indonesia bekerja sama dengan UNICEF menggelar kegiatan Penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS/M serta fasiltasi pembentukan tim pelaksana UKS/M, di Grand Ballro KSL Biak, Senin (19/1/2026) 
  • Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kementerian Agama, hingga unsur sekolah.

 


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, menegaskan pentingnya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai fondasi pendukung berbagai program kesehatan di sekolah, termasuk Program Makan Bergizi (MBG), yang terus diperluas cakupannya di daerah tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS/M yang digelar oleh Jenewa Madani Indonesia bekerja sama dengan UNICEF.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kementerian Agama, hingga unsur sekolah.

Kamaruddin juga menyebut, hingga saat ini sebanyak 85 sekolah di Kabupaten Biak Numfor telah menerima Program MBG dan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah. 

Baca juga: Pemkab Biak Apresiasi Jenewa-UNICEF Gelar Program MBG Terintegrasi Papua Genius

Menurutnya, isu kesehatan di sekolah, khususnya terkait gizi dan keamanan pangan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Program MBG ini berkembang sangat pesat. Karena itu, UKS menjadi sangat penting sebagai titik masuk untuk memastikan tata kelola makanan di sekolah berjalan baik, mulai dari penyimpanan, keamanan pangan, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut ditargetkan 27 SD sasaran sudah membentuk tim UKS di tingkat sekolah dengan ketua kepala sekolah dan didukung guru sebagai tim pelaksana. 

Selain itu, di tingkat kabupaten akan dibentuk Tim Pembina UKS/M yang melibatkan lintas sektor dan akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati.

“UKS ini lintas sektor. Karena itu kita libatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama yang membina madrasah, serta sekretariat daerah melalui bagian Kesra. Semua ini untuk memperkuat koordinasi dan keberlanjutan program,” tambahnya.

Sementara itu, Nutrition Manager Jenewa Madani Indonesia, Shafa Syahrani, mengatakan revitalisasi UKS/M perlu dilakukan karena UKS merupakan wadah utama dalam membangun sistem kesehatan di sekolah. 

Menurutnya, UKS tidak hanya berkaitan dengan MBG, tetapi mencakup berbagai program kesehatan yang terintegrasi.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved