Bandara Frans Kaisiepo
Bandara Frans Kaisiepo Biak Melayani 1.102 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik
Selain jumlah penumpang, pada periode puncak tersebut juga tercatat sebanyak 10 pergerakan penerbangan (flight) serta volume kargo
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Frans Kaisiepo Biak tercatat mencapai 1.102 penumpang dan berlangsung lancar, aman, serta terkendali.
- Selain jumlah penumpang, pada periode puncak tersebut juga tercatat sebanyak 10 pergerakan penerbangan (flight) serta volume kargo mencapai 4 ton.
- Seluruh capaian ini sesuai dengan proyeksi operasional (optima) yang telah disusun sebelumnya oleh pihak bandara.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Frans Kaisiepo Biak, Provinsi Papua, tercatat mencapai 1.102 penumpang dan berlangsung lancar, aman, serta terkendali.
Hal tersebut disampaikan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Frans Kaisiepo Biak, Iwan Sanusi, dalam press release yang diterima media Tribun-Papua.com, Minggu (22/3/2026).
Selain jumlah penumpang, pada periode puncak tersebut juga tercatat sebanyak 10 pergerakan penerbangan (flight) serta volume kargo mencapai 4 ton. Seluruh capaian ini dinilai sesuai dengan proyeksi operasional (optima) yang telah disusun sebelumnya, mencerminkan kesiapan perencanaan dan pengendalian operasional yang matang dari pihak bandara.
Baca juga: Pastikan IGD Siaga di Hari Lebaran, Bupati Biak Cek Langsung Layanan RSUD
Iwan Sanusi dalam rilisnya menjelaskan bahwa selama periode puncak arus mudik pada 19 Maret 2026, tidak terdapat kendala operasional yang signifikan. Seluruh layanan berjalan optimal berkat kesiapan personel serta koordinasi intensif antarstakeholder yang terlibat dalam operasional penerbangan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sistem operasional yang kami siapkan mampu mengantisipasi lonjakan trafik secara efektif, dengan tetap menjaga standar pelayanan dan keamanan,” ujar Iwan Sanusi.
Keberhasilan tersebut, kata Iwan, ditopang oleh penguatan aspek Safety, Security, Services, dan Compliance (3S+1C). Selain itu, optimalisasi Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran turut memastikan pengendalian operasional berjalan secara real time dan responsif terhadap berbagai dinamika di lapangan.
Posko terpadu ini, menjadi pusat koordinasi seluruh pihak terkait, sehingga potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan ditangani dengan cepat.
Hal tersebut turut memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa selama periode arus mudik berlangsung.
Baca juga: Rekomendasi Destinasi Wisata di Jayapura untuk Libur Lebaran
Menghadapi arus balik Lebaran, kata Iwan, PT Angkasa Pura Indonesia memastikan kesiapan operasional tetap dijaga secara optimal. Seluruh fasilitas, personel, serta sistem pendukung operasional terus disiagakan guna mengantisipasi potensi lonjakan penumpang pada periode arus balik.
Ia juga mengimbau para pengguna jasa untuk datang lebih awal ke bandara, memperhatikan jadwal penerbangan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi memastikan kelancaran perjalanan udara serta menghindari keterlambatan selama masa arus balik Lebaran.
Bandara Frans Kaisiepo Biak saat ini telah kembali menyandang status sebagai Bandara Internasional per September 2025 lalu.
Bandara ini dikenal sebagai salah satu bandara yang memiliki Landasan Pacu terpanjang di Indonesia sekitar 3.571 meter.
Baca juga: Rekomendasi Destinasi Wisata di Jayapura untuk Libur Lebaran
Bandara ini juga secara rutin melayani penerbangan ke Jayapura, Makassar, Serui, dan Manokwari melalui maskapai seperti Lion Air dan Batik Air. Selain itu, Bandara Frans Kaisiepo juga memiliki terminal yang bersih, dimana tersedia kafe, area bermain anak, mushola, serta aksesibilitas bagi pengguna kursi roda.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/msadklsajdkladas.jpg)