Bom Meledak di Biak
Ledakan Fandoi dan Kisah Sisa Keturunan Biak yang Selamat Dari PD II
Baginya, keselamatan generasi Biak saat ini adalah sebuah mukjizat besar yang patut disyukuri di tengah hujan bom puluhan tahun lalu.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua pada Minggu (31/5/2026) siang sekitar pukul 14.45 WIT.
Insiden tragis yang merusak 6 unit rumah warga serta mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga lainnya hilang ini diduga kuat bersumber dari bom aktif sisa peninggalan Perang Dunia II.
Baca juga: Bom Meledak Tiba-tiba di Biak Kota, Rumah Hancur hingga Korban Jiwa Berjatuhan
Ledakan yang disertai gumpulan asap hitam dan api setinggi 6 meter ke langit ini menjadi alarm keras yang membangunkan kembali ingatan kolektif masyarakat akan sejarah kelam kekejaman Perang Pasifik 82 tahun silam. Pulau Biak yang oleh pemerintah kini dikembangkan menjadi kawasan objek wisata pantai ini, bukan sekadar titik geografis, melainkan salah satu medan pertempuran paling berdarah dan brutal di Pasifik kala itu.
Jejak Epik Pertempuran Biak Mei 1944
Untuk memahami mengapa bom mematikan masih bersarang di bawah pemukiman warga Biak, kita harus memutar waktu kembali ke akhir Mei 1944. Saat itu, Jenderal Douglas MacArthur dari Pasukan Sekutu melancarkan operasi besar-besaran untuk merebut Biak dari cengkeraman Kekaisaran Jepang.
Baca juga: Kabar Baik Hari Ini Pertamina Turunkan Harga BBM Dexlite dan Dex
Biak adalah kunci strategis. Sekutu membidik pulau ini sebagai batu loncatan utama untuk membom balik pasukan Jepang di Filipina dan menuju jantung pertahanan Tokyo.
Strategi Pertahanan Bawah Tanah: Sadar kalah jumlah dan persenjataan udara, Jenderal Jepang Pasukan Biak, Kolonel Naoyuki Kuzume, menyembunyikan lebih dari 10.000 tentaranya di dalam jaringan gua alam dan terowongan bawah tanah.
Hujan Bom Tanpa Henti: Guna menghancurkan bunker alam tersebut, armada udara dan kapal perang tentara Sekutu menjatuhkan ribuan ton bom, mortir, dan granat berdaya ledak tinggi ke sekujur daratan Biak selama berminggu-minggu.
Penggunaan amunisi masif inilah yang menyisakan banyak Unexploded Ordnance (Uxo) atau bom gagal meledak yang tertimbun dan kini menjadi ancaman nyata di tengah pemukiman warga.
Bukti Nyata Biak Sebagai Pangkalan Militer Raksasa PD II
Ledakan di Kelurahan Fandoi menjadi bukti tak terbantahkan bahwa sisa-sisa Perang Dunia II tidak hanya terkubur sebagai sejarah, melainkan hidup berdampingan dengan masyarakat Biak. Pulau ini dipenuhi oleh situs dan artefak monumental yang menjadi saksi bisu status Biak sebagai salah satu pangkalan militer terbesar di Pasifik Selatan kala itu.
Baca juga: Ketua Persipura Mania Nabire Jagokan Kroasia di Piala Dunia 2026
Bandara Mokmer atau yang kini dikenal dengan nama Bandara Internasional Frans Kaisiepo: Peninggalan paling strategis yang masih berfungsi vital hingga hari ini. Landasan pacu ini awalnya dibangun oleh tentara Jepang. Perebutan pangkalan inilah yang memicu pertempuran paling berdarah, sebelum akhirnya direbut Sekutu untuk menerbangkan pesawat pengebom berat seperti B-24 Liberator.
Gua Jepang atau Gua Binsari : Terletak di Kampung Sumberker, Distrik Samofa, gua alam ini merupakan pusat komando dan perlindungan bagi sekitar 3.000 tentara Jepang. Gua ini hancur total setelah tentara Sekutu menjatuhkan puluhan drum bahan bakar dan bom dari udara, membakar hidup-hidup pasukan di dalamnya. Hingga kini, barang pribadi tentara dan selongsong peluru masih sering ditemukan di situs ini.
Monumen Perang Dunia II (Monumen Paray): Berdiri di pesisir pantai antara Paray dan Mokmer, monumen yang menyimpan abu jenazah ini dibangun atas kerja sama Indonesia-Jepang untuk mengenang ribuan tentara yang gugur sekaligus sebagai simbol perdamaian dunia.
Baca juga: Tragedi Ledakan Bom PD II di Biak Jadi Alarm Keras Pembangunan Kampung Nelayan
Museum Bawah Laut dan Rongsokan Perang: Di sepanjang perairan Biak Numfor, termasuk di sekitar Fandoi dasar lautnya menyimpan bangkai pesawat amfibi Catalina, tank amfibi, dan kapal kargo yang karam. Sementara di wilayah hutan pedalaman, rongsokan truk angkut personel dan sisa tank baja yang telah berkarat dan menyatu dengan alam masih kerap dijumpai warga.
Tribun-Papua.com
Bom Meledak di Biak
Bom Meledak
Objek wisata perang dunia 2
Kabupaten Biak Numfor
Info Biak Numfor
Suku Biak Numfor
Biak Numfor
RunningNews
Running News
| Ledakan Bom di Biak: Kronologi, Daftar Identitas Korban, hingga Dugaan Masih Adanya Bom di Lokasi |
|
|---|
| Lima Korban Ledakan Bom di Biak Dimakamkan Satu Lubang di Pemakaman Inggiri |
|
|---|
| Berikut Identitas Korban Meninggal dan Hilang Dalam Tragedi Ledakan Bom di Biak Papua |
|
|---|
| Tragedi Ledakan Bom PD II di Biak Jadi Alarm Keras Pembangunan Kampung Nelayan |
|
|---|
| 5 Orang Tewas dan 3 Hilang Akibat Bom di Biak, Polda Papua Sebut Evakuasi Korban Jadi Fokus Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/lekeksaje756182.jpg)