Senin, 27 April 2026

Telkomsel

Telkom Pulihkan Jaringan Papua, Konektivitas Selatan Kembali Normal

Perbaikan ini mengembalikan konektivitas digital yang prima bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Timika, Kaimana, dan Merauke.

Tribun-Papua.com/Istimewa
JARINGAN INTERNET - PT Telkom Indonesia atau Telkom (Persero) Tbk telah berhasil memperbaiki Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua (SMPCS#2) ruas Sorong-Merauke pada Sabtu (13/9/2025). (Dok.Humas Telkom) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - PT Telkom Indonesia atau Telkom (Persero) Tbk telah berhasil memperbaiki Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua (SMPCS#2) ruas Sorong-Merauke pada Sabtu (13/9/2025). 

Perbaikan ini mengembalikan konektivitas digital yang prima bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Timika, Kaimana, dan Merauke.

Ruas Sorong-Merauke yang mengalami gangguan pada kedalaman 50 hingga 500 meter. 

Gangguan kali ini lebih rumit karena terjadi di dua titik sekaligus, ditambah longsor di Nabire dan gangguan pada jalur cadangan SMPCS#1. 

Namun, berkat kerja keras tim Telkom, layanan internet dan telekomunikasi kini berangsur normal sejak Jumat malam (12/9/2025).

Baca juga: Pemulihan Ruas Timika–Merauke Rampung, Telkom Fokus Perbaikan Kabel Laut Sorong–Fakfak

Dengan selesainya perbaikan ini, layanan telekomunikasi dan internet (fixed dan mobile broadband) yang terdampak di berbagai area seperti Timika, Kaimana, Merauke, Mimika, Asmat, Mappi, Boven, Nabire, Waropen, Fak-fak, Seram B Barat dan Timur, Kepulauan Tanimbar, Tual, Kepulauan Aru (Dobo), Maluku Tenggara dan Barat Daya, Dogiyai, Paniai serta Deiyai kini berangsur pulih.

EVP Telkom Regional V, Amin Soebagyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kerja sama yang dilakukan selama proses pemulihan ini.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian perbaikan SKKL SMPCS #2 telah diselesaikan dengan baik. Berkat kerja keras seluruh tim lapangan yang bertugas serta doa dan dukungan berbagai pihak, kini layanan TelkomGroup di wilayah Papua Selatan dapat kembali normal," kata Amin dalam rilis pers diterima Tribun-Papua.com, Minggu (14/9/2025).

Ia memastikan Telkom akan terus memantau jaringan untuk menjaga stabilitas layanan.

Sebagai informasi, gangguan kabel laut kali ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena terjadi pada 2 titik sekaligus atau dikenal dengan Double Shunt Faultserta ditambah dalam perjalanannya muncul sumber gangguan lainnya.

Seperti longsor di Nabire dan shunt fault SMPCS #1 ruas Ambon-Fakfak sebagai jalur backup sehingga mengakibatkan penurunan kualitas layanan pada area Timika, Kaimana, dan Merauke.

Amin menambahkan, dalam kondisi pasca pemulihan ini, Telkom juga akan menerapkan berbagai strategi pencegahan untuk mengantisipasi potensi gangguan di masa mendatang. 

Selain itu, posko merah Putih dengan layanan Wi-Fi gratis akan tetap dibuka selama dua bulan ke depan, dan kompensasi akan diberikan kepada pelanggan yang terdampak.

“Kami juga memastikan keandalan layanan dan menghindari risiko ke depannya. Memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan tetap menjadi prioritas kami,” kata Amin.

Baca juga: Jaringan Internet Lemot di Nabire, Pelayanan Dinas Kependudukan Terganggu

 “Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan selama ini dan tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas doa dan dukungan yang diberikan sehingga proses perbaikan berjalan lancar dan layanan TelkomGroup berhasil pulih kembali,” ujarnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved