PT Freeport Indonesia
PTFI Suntikkan DNA Sains Global ke Uncen Jayapura Lewat Gedung Pintar
Langkah ini bukan sekadar donasi fasilitas, melainkan investasi strategis di tengah tantangan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di Papua.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Senin (8/12/2025) resmi menyerahkan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan modern kepada Universitas Cenderawasih (Uncen).
Langkah ini bukan sekadar donasi fasilitas, melainkan investasi strategis di tengah tantangan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di Papua.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, secara tegas menyatakan bahwa kemajuan Papua harus dimulai dari penguatan fasilitas pendidikan dan riset berbasis STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), sebuah pengakuan implisit atas kesenjangan keahlian yang harus segera dijembatani.
Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 4.800 meter persegi ini didesain sebagai laboratorium kompetensi global.
Fasilitas ini tidak hanya modern, dilengkapi 18 ruang kuliah digital dan auditorium, tetapi juga cerdas lingkungan, menggunakan panel surya yang sekaligus berfungsi sebagai alat ajar Energi Baru Terbarukan (EBT).
Baca juga: Tony Wenas Serahkan Kado Megah Freeport untuk Pendidikan STEM Papua
"Gedung ini kami persembahkan untuk mendukung generasi muda Papua dalam pembelajaran serta pengembangan ilmu berbasis sains, teknologi, teknik (engineering), dan matematika atau STEM. Dengan begitu, mereka memiliki kompetensi global, karakter kuat, dan daya saing internasional,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (9/12/2025).
Menariknya, setiap ruang dinamai sesuai unsur mineral produk PTFI (Cuprum, Argentum, Aurum), menekankan keterkaitan langsung antara kurikulum sains dan industri ekstraktif yang mendominasi kawasan tersebut.
Desain ini secara subtil menantang Uncen untuk menjadi pilar utama riset industri di Kawasan Timur Indonesia.
Hingga kini terdapat 332 alumnus Uncen yang bekerja di PTFI, dan jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat.
“Penerima manfaat beasiswa Uncen dari Freeport berjumlah 255 orang, dengan 51 mahasiswa masih aktif. Ke depan, kami akan meningkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya,” kata Tony.
Sementara itu, Rektor Uncen Oscar O Wambrauw menjelaskan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Uncen dirancang untuk menjadi pusat penguatan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM); ruang kolaborasi universitas–industri; serta sarana memperluas akses pendidikan inklusif bagi generasi muda Papua.
“Kami berharap gedung ini menjadi sarana untuk menciptakan karya terbaik bagi bangsa, khususnya mewujudkan Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif,” ucapnya.
Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Uncen dibangun sebagai fasilitas perkuliahan modern yang ramah lingkungan di atas lahan seluas 4.800 meter persegi (m⊃2;) dengan luas bangunan 2.800 m⊃2;.
Gedung tiga lantai tersebut dilengkapi panel surya yang tidak hanya menghemat energi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa yang mempelajari sistem kelistrikan energi baru terbarukan (EBT).
Terdapat 18 ruang kuliah berkapasitas 40 orang, masing-masing dilengkapi pendingin udara, proyektor, dan laptop yang memungkinkan pelaksanaan kuliah daring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/PAPUA-Gedung-Pusat-Sains-dan-Kemitraan-Uncen.jpg)