Jumat, 5 Juni 2026

PTFI

PTFI dan Pemkab Mimika Perkuat Edukasi Lingkungan Lewat Environmental Exhibition

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Seperti aksi bersih-bersih yang digelar

Tayang:
Tribun-Papua.com
LINGKUNGAN HIDUP - Perwakilan PTFI, Claus Wamafma bersama Bupati Mimika, Johannes Rettob, membuka kegiatan Environmental Exhibition dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. (Feronike Rumere).  
Ringkasan Berita:
  • Pameran PTFI: PT Freeport Indonesia menggelar Environmental Exhibition di Mimika dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
  • Aksi Nyata: Rangkaian acara meliputi pembersihan 330 kg sampah, edukasi sekolah, dan penanaman 500 bibit pohon.
  • Fokus Kolaborasi: Manajemen PTFI menekankan pentingnya sinergi dan penerapan prinsip 3R demi keberlanjutan iklim.
  • Pesan Bupati: Bupati Mimika mengapresiasi warga yang aktif mengelola bank sampah dan meminta masyarakat kurangi plastik.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar pameran lingkungan hidup (Environmental Exhibition ) guna memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema nasional "Bekerja untuk Iklim" dan tema perusahaan "Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve" sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Seperti aksi bersih-bersih yang digelar pada 6 Mei 2026 di area Tembagapura berhasil mengumpulkan sampah seberat 330 kilogram.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Sorong-Biak Juni 2026, Harga Tiket Rp426 Ribu

Selain itu, dilakukan pula kegiatan edukasi di sekolah Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ ) tentang lingkungan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menggunakan energi secara bijak.

Kegiatan lainnya meliputi penanaman 500 bibit pohon di fasilitas keagamaan, dengan melibatkan masyarakat.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Tema nasional bekerja untuk iklim mengajak kita semua untuk tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mengambil peran aktif melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujar Claus.

Baca juga: Kehilangan Orang Tua Sejak Kecil, Fransiska Bangkit Lewat Usaha Minyak Rambut Alami Cocosera

Ia mengapresiasi Pemerintah Mimika yang beberapa tahun terakhir terus bekerja sama dengan PTFI dalam menyelenggarakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi sarana edukasi dan kolaborasi untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat penerapan prinsip 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle, serta mendukung berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," katanya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai terobosan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Pendukung Fanatik di Papua Tengah Ramal Argentina Juara Piala Dunia 2026

Salah satu langkah yaitu menerbitkan surat edaran terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Namun masih banyak masyarakat yang belum menerapkannya secara maksimal.

"Kita sudah membuat surat edaran terkait penggunaan plastik, tetapi masih ada yang menggunakannya. Padahal langkah-langkah kecil seperti mengurangi plastik dan membuang sampah pada tempatnya sangat penting untuk menjaga lingkungan," ujarnya.

Johannes mengapresiasi kelompok masyarakat, rumah ibadah, sekolah dan komunitas yang aktif mengumpulkan sampah untuk disetor ke bank sampah.

Ia mencontohkan adanya pengurus masjid yang mengumpulkan sampah dari jamaah untuk dijual ke bank sampah dan hasilnya digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas ibadah.

Baca juga: Indonesia Cukur Timor Leste 3-0, Reno Salampessy Buka Jalan Garuda Muda ke Semifinal Piala AFF U-19

Selain itu, ia mengungkapkan terdapat sekolah yang berhasil mengumpulkan sampah hingga 7,3 ton sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Johannes mengatakan persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita jadikan momentum Hari Lingkungan Hidup ini untuk meningkatkan kesadaran bersama, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, hingga bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan," tandasnya.

Ia berharap pameran lingkungan yang digelar dapat menjadi wadah penyebaran informasi dan teknologi ramah lingkungan serta mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kelestarian alam.

Baca juga: Fans Argentina di Fakfak Layangkan Surat Pengawalan Konvoi ke Polres

"Kita harus memulai dari hal-hal sederhana. Jika semua pihak memiliki kesadaran yang sama, maka lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari dapat terwujud," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved