Kota Jayapura
Pemerintah Kota Jayapura Resmi Meluncurkan SP2D Online
Peluncuran ini menjadikan Jayapura sebagai pemerintah kabupaten/kota pertama di Papua yang mengadopsi sistem
Penulis: Taniya Sembiring | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Taniya Sembiring
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua resmi meluncurkan aplikasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online melalui platform digital Studio Online. Ini merupakan langkah besar menuju digitalisasi tata kelola keuangan daerah yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Peluncuran ini menjadikan Jayapura sebagai pemerintah kabupaten/kota pertama di Papua yang mengadopsi sistem SP2D berbasis digital, menyusul Pemerintah Provinsi Papua yang lebih dahulu meluncurkan sistem serupa tiga minggu sebelumnya.
Baca juga: Astra Motor Tanah Hitam Gelar Pameran UMKM Bersama Komunitas Honda BeAT di BPOM
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan bahwa sistem ini memangkas birokrasi secara signifikan.
“Dulu arsip SP2D harus diantar manual ke Bank Papua. Sekarang cukup input di aplikasi, langsung terbaca oleh sistem bank dan sistem kami. Ini bukan hanya paperless, tapi juga mempercepat proses pencairan dana secara real-time,” ujarnya kepada Tribun-Papua.com di Jayapura Rabu 27 Agustus 2025.
Baca juga: Astra Motor Papua Ajak Masyarakat Jayapura Bersih-Bersih Pantai Holtekamp
Sistem SP2D Online terintegrasi langsung dengan aplikasi keuangan daerah (SIPD-RI) dan sistem Bank Papua.
Dengan proses digital ini, kesalahan input data dapat diminimalisir, dan transparansi pengelolaan anggaran semakin terjaga.
“Kalau ada kesalahan data, sistem langsung menolak. Ini mencegah manipulasi dan memperkuat integritas keuangan daerah,” tambah Rustan.
Baca juga: Honda PCX 160 Hadir dengan Bagasi 30 Liter, Makin Praktis untuk Perjalanan Jarak Jauh
Selain efisiensi waktu dan tenaga, sistem ini menghemat biaya operasional, mulai dari transportasi hingga konsumsi yang biasanya dikeluarkan saat pengantaran dokumen fisik.
Kepala BPKD Kota Jayapura, Desy Wanggai, menegaskan bahwa peluncuran ini adalah hasil kerja keras sejak awal tahun.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kemendagri dan Bank Papua untuk membangun sistem ini. Hari ini, puji Tuhan, kami bisa meluncurkannya,” ujarnya.
Baca juga: Cara Revisi Data pada KIA, Cek Dokumen yang perlu Disiapkan
Namun ia mengingatkan bahwa keberhasilan sistem ini bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan perangkat teknologi sehingga pihaknya akan melengkapi sarana maupun sumber daya manusianya.
“Jangan sampai sistem bagus, tapi tidak bisa digunakan karena sinyal terganggu,” katanya.
Baca juga: KPAD Jayawijaya Menyerahkan Bahan Makanan Untuk Pemenuhan Nutrisi ODHIV
Jayapura kini digadang-gadang menjadi pilot project nasional untuk digitalisasi keuangan daerah.
“Matahari terbit dari Timur. Maka inovasi pun harus dimulai dari sini,” tutup Desy. (*)
Tribun-Papua.com
Kota Jayapura
Papua
Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online
Wakil Wali Kota Jayapura
| Sampah Liar Meluas di Jalur Alternatif Skyland, Wajah Kota Jayapura Terancam Kumuh |
|
|---|
| Forkopimda Jayapura Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Jelang Lebaran 1447 H |
|
|---|
| Satu Tahun Kepemimpinan Abisai Rollo-Rustan Saru: Pertumbuhan Ekonomi Kota Jayapura Naik Signifikan |
|
|---|
| Colo Sagu Jadi Ruang Cerita Sejarah Kota Jayapura |
|
|---|
| Rustan Saru Temukan 11 dari 23 Gerai Layanan MPP Jayapura Masih Kosong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mskadiadkakpuouiktusj.jpg)