Senin, 27 April 2026

Aksi Konflik Bersenjata di Papua

Informasi Mulut ke Mulut Buat Pengendara di Waena Kompak Putar Balik

Aksi tersebut dilakukan dengan mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”. Dalam unjuk rasa, massa membawa

|
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
LALU LINTAS JAYAPURA - Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat putar balik di Jalan Sosial, Padang Bulan, Kota Jayapura, Senin (27/4/2026), akibat ruas jalan utama menuju Abepura tidak dapat dilalui karena aksi demonstrasi mahasiswa. Arus lalu lintas sempat lumpuh dan pengendara memilih mencari jalur alternatif. 
Ringkasan Berita:
  • Jalur Lumpuh: Demo mahasiswa di Waena-Abepura melumpuhkan lalu lintas sejak pagi.
  • Massa Putar Balik: Pengendara roda dua dan empat pilih balik arah hindari lokasi aksi.
  • Info Berantai: Warga saling lapor mulut ke mulut soal penutupan jalan utama.
  • Mulai Normal: Arus kendaraan perlahan pulih pada siang hari usai massa bergeser.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (27/4/2026) berdampak langsung pada arus lalu lintas di kawasan Waena hingga Abepura. Sejumlah kendaraan terpaksa putar balik di sejumlah titik untuk menghindari lokasi aksi yang berlangsung di ruas jalan utama.

Aksi tersebut dilakukan dengan mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”. Dalam unjuk rasa, massa membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan “Papua Darurat Militer”, “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”, serta “Papua Darurat Militer dan Investasi”.

Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIT, arus lalu lintas mulai tersendat. Kendaraan dari arah Abepura menuju Kota Jayapura maupun sebaliknya tidak dapat melintas secara normal karena ruas jalan dipadati massa aksi.

Baca juga: Situasi Waena Kembali Kondusif Usai Demo Mahasiswa Jayapura: Pedagang Buka Kios Lagi

Di lapangan, terlihat kendaraan roda dua dan roda empat harus berbalik arah. Pengendara memutuskan putar balik setelah melihat kondisi di depan jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui. Sebagian lainnya memilih berhenti sejenak untuk memastikan situasi sebelum akhirnya memutar arah.

“Saya lihat di depan sudah ramai sekali, jadi lebih baik balik saja daripada terjebak,” ujar salah satu pengendara di kawasan Waena.

Pengendara lain juga mengaku memilih putar balik setelah mendapat informasi dari sesama pengguna jalan bahwa akses menuju Abepura tidak bisa dilalui. Informasi tersebut cepat menyebar dari mulut ke mulut, sehingga banyak kendaraan yang memilih menghindari jalur utama.

“Kami dikasih tahu dari pengendara lain kalau jalan ditutup massa, jadi langsung cari jalan lain,” kata seorang pengemudi mobil.

Baca juga: Massa di Nabire Turun Jalan Tuntut Keadilan Bagi 15 Lebih Korban Penembakan di Puncak

Akibat kondisi tersebut, antrean kendaraan sempat terjadi di beberapa titik. Sejumlah kendaraan terlihat berputar arah secara bersamaan, menyebabkan kepadatan di ruas jalan tertentu, terutama di kawasan Waena dan Padang Bulan.

Sebagian pengendara mencoba mencari jalur alternatif melalui jalan-jalan kecil di sekitar permukiman warga. Namun, keterbatasan akses jalan membuat arus lalu lintas tetap tersendat.

Meski demikian, banyak pengendara memilih menghindari risiko dengan tidak memaksakan diri melintas di lokasi aksi. Mereka memilih memutar arah lebih awal untuk menghindari potensi terjebak di tengah kerumunan massa.

Hingga siang hari, kondisi lalu lintas berangsur membaik setelah sebagian massa aksi mulai bergeser dari ruas jalan utama. Kendaraan pun perlahan kembali melintas, meski masih terjadi kepadatan di beberapa titik akibat sisa antrean kendaraan yang sebelumnya tertahan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved