PENDIDIKAN DI PAPUA
Kini Anak-anak Kampung Sarawandori Bisa Baca Buku Gratis
Kami koordinasi dengan komunitas PapuaHei dan memilih tempat di Kampung Sarawandori, sebab disana PapuaHei sudah masuk mengabdi sebelumnya
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapua.com, Aldi Bimantara
TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA - Community ID dan PapuaHei berkolaborasi untuk membangun sebuah gubuk baca bagi anak-anak Papua di Kampung Sarawandori
Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.
Melalui sambungan telepon seluler Senin (28/6/2021) pagi, Lead dan Founder CommunityID, Irlando Simanjorang (26), mengatakan alasan dipilihnya lokasi binaan di Kampung Sarawandori, karena merasa cocok dan sesuai dengan misi komunitasnya.
"Kami koordinasi dengan komunitas PapuaHei dan memilih tempat di Kampung Sarawandori, sebab disana PapuaHei sudah masuk mengabdi sebelumnya," jelas Irlando.
• BREAKING NEWS: Gempa Bermagnitudo 5,3 Guncang Yogyakarta
CommunityID merupakan komunitas non-profit yang berdiri sejak 2019 dan fokus pada isu-isu pergerakan sosial anak muda, serta pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah khususnya di Provinsi Papua.
Saat ini, CommunityID sedang menjadi pilot project Papua Terhubung. Yakni sebuah program dedikasi untuk Papua di bidang pendidikan dan lingkungan hidup.
Salah satu giat terkini yang dilakukan dari projek Papua Terhubung ini, ialah melakukan pencarian dana untuk merenovasi Gubuk Baca di Kampung Sarawandori, Kabupaten Kepulauan Yapen Papua.
Selain merenovasi, dana yang diperoleh juga akan digunakan untuk pengadaan buku bacaan, alat tulis, dan susu bernutrisi, guna peningkatan gizi anak-anak di Kampung Sarawandori.
• Ajak Masyarakat Tak Demo, Ketua Pemuda Adat: Jaga Nama Baik Gubernur dan Buktikan PON XX Aman
Masih menurut Irlando, Kampung Sarawandori menjadi pilot project rumah baca, komunitas CommunityID di Papua.
Dirinya menambahkan alasan memilih Kampung Sarawandori menjadi lokasi pengembangan gubuk baca, karena akses pendidikan masyarakat disana masih rendah, dan fasilitas yang tidak memadai.
Selain itu juga, kondisi masyarakat di Kampung Sarawandori yang masih awam dengan dunia pendidikan.
"Ada yang tidak bersekolah, karena harus membantu keluarga berlayar mencari ikan, ada juga yang bersekolah namun, tidak memiliki akses cukup untuk mengembangkan diri dan keterampilan," tambahnya.
Irlando berharap, dengan dibangunnya Gubuk Baca Sarawandori, dapat memberikan kesempatan dan akses yang lebih baik untuk generasi muda Papua, khususnya di Kampung Sarawandori.
Disinggung soal respon masyarakat di Kampung Sarawandori terhadap gerakan komunitasnya, Irlando mengatakan anak-anaknya sangat positif dan antusias untuk belajar.
"Anak-anak dan orangtua di sana senang, sebab ada akses lebih yang bisa digunakan, sebagai pembuka jendela pengetahuan," katanya.
Baca juga: 51 Anak Suku Marind Merauke, Ikuti Pembekalan Sebelum Kuliah di Rusia dan Amerika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/anak-pedalaman.jpg)