Sabtu, 9 Mei 2026

Flu super

Waspada Flu Super H3N2, Puskesmas Timika Perketat Skrining Pasien dan Laporan Harian

Sebelumnya Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) menjelaskan bahwa situasi varian baru infulenza A (H3N2) subclade K atau super flu di

Tayang:
Tribun-Papua.com
FLU SUPER - Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung ketika wawancara di Mimika, Senin (19/1/2026). Ia memastikan mereka telah waspada masuk dan menyebarnya flu super.  

Ringkasan Berita:
  • Peningkatan Kewaspadaan: Puskesmas Timika meningkatkan kesiagaan terhadap varian baru Influenza A (H3N2) atau "Flu Super" meski kondisi saat ini masih terkendali.
  • Prosedur Skrining: Tenaga kesehatan diinstruksikan melakukan skrining otomatis terkait riwayat perjalanan satu minggu terakhir bagi pasien dengan gejala tertentu.
  • Laporan Diperketat: Mekanisme pelaporan diubah dari mingguan menjadi laporan harian (per 24 jam) untuk mempercepat deteksi dini kasus yang dicurigai.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Timika, di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dr Mozes Untung memastikan saat ini pihaknya meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya penyakit flu super.

Sebelumnya Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) menjelaskan bahwa situasi varian baru infulenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga akhir Deseber 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

Menurut dr Mozes, Puskesmas Timika telah mengeluarkan imbauan kepada tenaga kesehatan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan munculnya kasus flu super di wilayah Mimika.

Baca juga: Tanpa Pupuk Kimia, Petani Assologaima Jayawijaya dan PKK Berhasil Panen Ubi Jalar Ukuran Jumbo

"Sekarang ini memang lagi gencar-gencarnya flu super, dan kami di puskesmas sudah ada imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan,"ujar dr Mozes saat ditemui di Puskesmas Timika, Senin, (19/1/2026).

Walau meningkatkan kewaspadaan, ia memastikan nakes siap memberikan penanganan sesuai prosedur. Apalagi pengalaman penanganan Covid-19 sebelumnya menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi potensi wabah penyakit baru.

"Sistemnya sudah seperti waktu Covid kemarin. Jadi kalau ada kasus-kasus seperti itu, puskesmas sudah tidak kaget lagi," jelasnya.

Jika ada pasien yang datang berobat dengan gejala tertentu, pihak puskesmas langsung melakukan skrining. “Kami akan menanyakan riwayat perjalanan satu minggu terakhir, itu sudah otomatis," terangnya.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Resmikan Objek Wisata Air Terjun dan Kolam Alami Baru di Wollo

Selain itu, mekanisme pelaporan juga diperketat. Jika sebelumnya laporan kesehatan bersifat mingguan, untuk kasus yang dicurigai flu super dilakukan pelaporan harian.

"Per 24 jam, kalau ditemukan atau dicurigai, langsung dilaporkan. Namun sampai saat ini, kami belum menemukan atau mendapatkan laporan kasus yang dicurigai terkait flu super," katanya.

Ia berharap flu super tidak masuk ke wilayah Mimika, mengingat daerah ini didominasi oleh pergerakan lokal.

“Kita berharap tidak ada. Yang perlu lebih diwaspadai itu kota-kota besar seperti Jakarta dan Denpasar, karena arus pendatang dari mancanegara cukup tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Disiplin ASN Pemprov Papua Tengah Disorot

Meski demikian, dr Mozes menegaskan pihaknya tetap mengedukasi masyarakat untuk waspada dan menerapkan protokol kesehatan, terutama saat berada di tempat keramaian.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Ini bukan hanya untuk Covid, tapi sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit," pungkasnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved