Kapiraya
Pemkab dan Tokoh Adat Mimika Susun Peta Hak Ulayat Demi Akhiri Konflik Kapiraya
Hari ini pemerintah menggandeng para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang memahami sejarah wilayah tersebut guna mencari solusi
Ringkasan Berita:
- Pemkab Mimika bersama tokoh adat mulai menyusun peta hak ulayat wilayah Kapiraya.
- Pertemuan ini bertujuan mengumpulkan data sejarah dari tokoh masyarakat setempat dan memastikan penegasan hak ulayat berbeda dari tapal batas wilayah pemerintahan.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua terus menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan pemicu konflik perang antarsuku yang terjadi di perbatasan Mimika, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Deiyai di Distrik Kapiraya.
Kapiraya merupakan salah satu distrik di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Hari ini pemerintah menggandeng para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang memahami sejarah wilayah tersebut guna mencari solusi terbaik sekaligus memperkuat landasan penegasan hak ulayat.
Pertemuan yang dihadiri Bupati Mimika, Johannes Rettob itu berlangsung di Gedung Kantor BPKAD, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, Senin, (23/2/2026).
Turut hadir juga Wakil Bupati Emanuel Kemong, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau serta beberapa perwakilan tokoh masyarakat.
Baca juga: Tingkatkan Ketertiban Lalu Lintas, Pemkab Jayapura Pasang ATCS di Tiga Titik Sentani
Rapat tertutup ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya bersama Gubernur Papua Tengah yang meminta tiga pemerintah kabupaten, yakni Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyai dan Kabupaten Mimika membentuk tim penegasan hak ulayat.
"Hari ini kita berkumpul untuk meminta data dari orang-orang tua yang bisa menunjukkan sejarah," ujar Johannes Rettob.
Pemkab Mimika sendiri sudah melibatkan sejumlah tokoh masyarakat yang benar-benar mengetahui sejarah wilayah, bukan yang hanya mengetahui sebagian informasi.
"Itu yang kita kumpulkan hari ini. Ini merupakan hasil rapat dari tiga kabupaten, dan masing-masing kabupaten membentuk tim. Hari ini Mimika melaksanakan pertemuan tersebut," jelasnya.
Baca juga: Langkah Ambisius Papua Tengah Hadirkan Investasi Rp17 Miliar untuk Peternakan Babi Modern
Para tokoh masyarakat yang diundang pada pertemuan, berasal dari kampung-kampung terkait yang memahami sejarah wilayah adat.
Data yang dikumpulkan meliputi riwayat kepemilikan dusun, lokasi barter atau tempat berdagang pada masa lalu, hingga kampung-kampung lama yang menjadi bagian dari wilayah adat.
Setelah pertemuan, Pemkab Mimika bersama aparat keamanan dan tokoh adat berencana melakukan kunjungan lapangan ke wilayah Kapiraya untuk melihat secara langsung kondisi faktual di lapangan.
"Langkah selanjutnya, mereka akan turun dan bertemu dengan tim dari kabupaten lain. Setelah itu, kita akan menyamakan persepsi bersama pihak provinsi," terangnya.
Baca juga: Yunus Wonda dan Haris Yocku Pantau Pembangunan Jalan dan Layanan Kesehatan di Demta Jayapura
Tribun-Papua.com
Distrik Kapiraya
Kampung Kapiraya
Distrik Kapiraya di Mimika
Pemkab Mimika
Kantor Bupati Mimika
Bupati Mimika
Wakil Bupati Mimika
Kabupaten Deiyai
Dogiyai
Perang Suku
| Wabup Biak Ajak KAPP Fokus Bina Mama Mama Papua dan Pengusaha Muda OAP |
|
|---|
| Gebrakan Bupati Biak Numfor Usai Lantik 183 ASN Langsung Incar Eselon II |
|
|---|
| Peluncuran Alkitab Bahasa Amungme Damal Diharapkan Akhiri Perang Saudara |
|
|---|
| DPR Mamteng Ultimatum Bupati Kembali ke Kobakma Sebelum Konflik Besar Pecah |
|
|---|
| Gubernur Papua Pegunungan Sebut Opini WTP bukan Tujuan Akhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadkasdjadljasdlasdas.jpg)