Selasa, 14 April 2026

Mimika

Posyandu di Mimika Kini Terbuka bagi Bapak-Bapak untuk Cek Kesehatan Rutin

Pelatihan berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (24/2/2026).

Tribun-Papua.com
POSYANDU - Pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu di Kabupaten Mimika, di Hotel Cenderawasih 66, Selasa, (24/2/2026). Dinkes Mimika pastikan Posyandu juga melayani bapak-bapak. (Feronike Rumere). 

Ringkasan Berita:
  • WVI bersama PT Freeport Indonesia dan Dinkes Mimika menggelar pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu di Hotel Cenderawasih 66, Mimika, Selasa (24/2/2026).
  • Kegiatan ini diikuti kader posyandu dari sejumlah kampung dampingan program PASTI-Papua.
  • Pelatihan bertujuan memperkuat kapasitas kader dalam pengelolaan posyandu dan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita hingga lansia. 

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menggelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu di kabupaten ini.

Pelatihan berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, Selasa, (24/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.44 WIT ini menghadirkan perwakilan Dinkes Mimika, perwakilan WVI, para narasumber, serta kader posyandu dari sejumlah kampung dampingan program PASTI-Papua.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinkes Mimika, Lenni Silas, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar kader posyandu sesuai standar yang merujuk pada kebijakan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Tiga Bulan Lampu Lalu Lintas Sentani Mati, Keselamatan Pengguna Jalan Terabaikan

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan kader posyandu dari kampung dampingan PASTI-Papua, yakni Kampung Atuka, Kampung Keakwa, Kampung Kokonao, Kampung Fanamo, Kampung Omawita dan Kampung Ohotya.

Lenni menjelaskan, keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya kader posyandu yang memiliki keterampilan dasar terstandar sesuai rujukan Kemenkes, khususnya dalam pengelolaan posyandu serta layanan bagi ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita.

Selain itu, kader diharapkan mengetahui, memahami dan mampu menjalankan perannya di posyandu melalui pendekatan siklus hidup.

“Kalau dahulu pelayanan posyandu fokus pada bayi, balita dan ibu hamil, sekarang dimulai dari anak dalam kandungan hingga lansia. Semua harus mendapat pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: TSE Group Dampingi Yustinus Lawan Keraguan Hadapi Dunia Kerja Modern

Ia menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kita harus lebih mengedepankan pencegahan. Jangan tunggu sakit baru ke rumah sakit. Posyandu juga terbuka untuk bapak-bapak, bukan hanya ibu hamil dan balita,” katanya.

Lenni mengatakan tugas kader posyandu cukup berat karena menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di kampung.

“Kader memang menerima upah, tetapi tanggung jawabnya besar. Kita adalah perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan masyarakat hidup sehat,” ungkapnya.

Baca juga: Astra Motor Papua Beri Diskon Servis 14 Persen dan Suku Cadang Gratis Hingga Akhir Februari

Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari dengan serius dan aktif bertanya apabila ada materi yang belum dipahami.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved